JEPARA — Sebanyak 11 siswa SDN 2 Jatibarat, Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, diduga mengalami keracunan pada Kamis (8/1) pagi.
Para siswa tersebut diduga keracunan jajanan yang dijual di sekitar sekolah.
Di antara mereka sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Pecangaan, sebelum akhirnya mendapat perawatan lanjutan di ruang rawat inap.
Peristiwa ini bermula sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Sekitar pukul 07.00 WIB, sejumlah siswa diketahui membeli jajanan di sekitar halaman sekolah.
Jajanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut berbentuk sejenis mi goreng dengan harga murah.
Gejala awal mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 08.00 WIB saat kegiatan belajar berlangsung.
Hingga pukul 09.00 WIB, kondisi beberapa siswa semakin memburuk.
Dengan keluhan sakit perut dan muntah, sehingga pihak sekolah segera mengambil langkah cepat membawa mereka ke puskesmas.
Zuliyati, guru kelas 1 SDN 2 Jatibarat, menjadi salah satu pihak yang mengantar dua siswa ke Puskesmas Pecangaan menggunakan sepeda motor.
Setelah mengantar dua orang siswa, kemudian delapan siswa lain dibawa menggunakan mobil pribadi milik guru. Serta satu siswa yang diantarkan menggunakan sepeda motor.
Dari hasil pendataan, korban berasal dari berbagai jenjang kelas.
"Rinciannya, dua siswa kelas 1, satu siswa kelas 2, empat siswa kelas 3, tiga siswa kelas 4, dan satu siswa kelas 5," ungkapnya Kamis (8/1) di Puskesmas.
Dari jumlah tersebut, enam siswa berjenis kelamin laki-laki dan lima siswa perempuan.
Awalnya, keluhan para siswa dikira hanya diare biasa.
Namun, kondisi berkembang menjadi muntah hebat, bahkan siswa mengalami muntah saat proses belajar mengajar berlangsung.
Salah satu siswa sempat mengeluh sakit perut hebat sebelum akhirnya muntah.
Pihak Puskesmas Pecangaan langsung melakukan penanganan medis. Dari 11 siswa yang ditangani, satu siswa harus menjalani perawatan intensif dan dipasang infus karena kondisinya paling parah.
Selama perjalanan menuju puskesmas, siswa tersebut juga terus mengalami muntah.
Sisa jajanan yang diduga menjadi sumber keracunan turut diamankan oleh petugas puskesmas sebagai sampel.
"Iya, yang dibuat sampel sisa jajan yang dibuang di tempat sampah," ujarnya.
Selain itu, di halaman Puskesmas Pecangaan masih terlihat sisa muntahan siswa.
"Sepuluh orang sudah dibawa pulang, satu orang masih dirawat," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, menyampaikan bahwa pihaknya masih merunut kejadian tersebut. Ia telah menerima informasi dari Kepala Puskesmas Pecangaan dr. Triyono.
Berdasarkan informasi awal dari dr. Triyono, kejadian tersebut diduga merupakan kasus keracunan jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.
“Teman-teman puskesmas sudah melakukan pengecekan lokasi dan mengambil sampel untuk ditindaklanjuti di dinas. Anak-anak yang terdampak, sementara ini sekitar 11 orang, sudah diberikan pelayanan terbaik. Selanjutnya akan dilakukan penyelidikan epidemiologi,” ujar Hadi Sarwoko.(fik)
Editor : Mahendra Aditya