JEPARA — Peringatan Haul Gus Dur ke-16 di Kabupaten Jepara, dipusatkan di Pendapa RA Kartini Jepara.
Haul Presiden RI ke-4 sekaligus Pahlawan Nasional KH Abdurrahman Wahid ini, digelar bersamaan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103.
Tak hanya itu, usai kegiatan yang dilakukan pada Selasa (6/1) ini, juga juga dilanjutkan dengan Muskercab IV PCNU Jepara.
Adapun hasil Muskercab akan menjadi pijakan dan arah kebijakan kegiatan NU Jepara dalam setahun mendatang.
Dalam acara yang dihadiri setidaknya 3000 jemaah ini, turut dihadiri Wakil Ketua PBNU KH Miftah Faqih.
Pihaknya menyampaikan momen peringatan haul Gus Dur termasuk Harlah NU ke-103 adalah momen yang klop. Untuk meneguhkan persatuan antara berbagai lapis masyarakat dan pemerintah.
KH Miftah Faqih menyampaikan bahwa dalam menjalankan roda organisasi maupun kehidupan sosial masyarakat, perlu kesadaran historis.
"Cintaku dalam imanku ini perlu ada rasionalisme. Kesadaran historis, harus sadar pada masa lalu untuk menjadi inspirasi pada masa kini dan masa yang akan datang," ungkapnya.
Pihaknya menyinggung, pemerintah seyogianya memiliki target-target yang terukur. Dalam kaitannya soal kebijakan yang dibuat. Berpijak atas kebutuhan masyarakat.
"Suatu kepemimpinan harus lebih baik daripada yang sebelumnya, dengan itu menjadi kepemimpinan yang dibarokahi," jelasnya.
Berpijak dari kesadaran historis serta peneladanan leluhur, sebagaimana apa yang telah dicontohkan Gus Dur, akan menuntut pada kondisi yang serba aman dan tenteram.
"Bupati harus khidmat dan setia pada sumpah jabatannya. Begitupun dengan para pengurus di PCNU Kabupaten Jepara maupun tingkat anak ranting. Melayani, mengabdi dan bukan untuk menguasai," ujarnya.
Pada saat yang sama, Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH. Khayatun Abdullah Hadziq, menuturkan bahwa pelaksanaan Harlah NU dan Haul Gus Dur yang digelar bersamaan menyiratkan makna mendalam.
Menurutnya, pemikiran-pemikiran Gus Dur relevan. Dapat terus direguk dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pemikiran Gus Dur harus diambil untuk bangsa dan negara ini. Harus bersatu dan selalu melihat kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan,” tuturnya.
Ia menegaskan nilai-nilai persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial telah diwariskan Gus Dur sejalan dengan khittah perjuangan NU.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa pihaknya sengaja meminta kegiatan tersebut, digelar di kompleks pusat pemerintahan kabupaten.
Sebab, agar tempat pengambilan kebijakan strategis itu juga dapat kecipratan berkah Sang Wali.
Menurutnya haul Gus Dur menjadi refleksi tersendiri. Pasalnya sosok Gus Dur bukanlah orang biasa. Di samping seorang Presiden, juga orang yang waskita.
"Ya dengan adanya acara ini, semoga Jepara dijauhkan dari balak, dapat tenteram dan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Lewat wasilah beliau, Gus Dur," tandasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa