Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Museum Kartini Jepara Ditutup Sementara, Dilakukan Penataan dan Perawatan Koleksi

Fikri Thoharudin • Sabtu, 3 Januari 2026 | 08:01 WIB

KHIDMAT: Kurator Museum Susindra tengah menceritakan gerakan pembebasan yang dilakukan oleh Kartini.
KHIDMAT: Kurator Museum Susindra tengah menceritakan gerakan pembebasan yang dilakukan oleh Kartini.

JEPARA — Museum Kartini Jepara ditutup sementara selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (2–4/1) mendatang.

Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penataan ruang, sekaligusperawatan koleksi museum.

Agar lebih representatif dan informatif bagi pengunjung.

Baca Juga: Yayasan Jungpara Orbitkan Jepara Kentrung Centre

Museum Kartini yang berada di Kompleks Pendapa Kabupaten Jepara, tepatnya di eks Rumah Dinas Bupati, dijadwalkan kembali dibuka untuk umum pada Senin (5/1). 

Selama penutupan, aktivitas kunjungan ditiadakan guna mendukung proses penataan secara optimal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, menjelaskan bahwa penutupan sementara tersebut merupakan langkah yang tidak terhindarkan. 

Terlebih, sejak diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Sabtu (15/11) malam lalu, Museum Kartini telah menarik antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Sejak diresmikan hingga sekarang, jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 20 ribu orang. Ini tentu menjadi perhatian kami agar kondisi museum tetap terjaga, baik dari sisi koleksi maupun tata letak, ruang pamer,” sebutnya.

Ia menambahkan, selain perawatan koleksi, pihaknya juga melakukan penataan ulang agar museum memiliki “ruh” yang lebih kuat. 

Baca Juga: Fabio Berpotensi Absen, Keuntungan Persijap Jepara saat Bertandang Melawan Persija Jakarta

Penataan tersebut diharapkan mampu menyampaikan informasi penting mengenai kehidupan R.A. Kartini beserta keluarganya secara lebih jelas dan mendalam.

Terutama terkait pemikiran serta pergerakan pemerdekaan dan emansipasi yang ia perjuangkan.

Menurut Ali, penyajian informasi yang baik menjadi kunci agar museum tidak sekadar menjadi ruang pajang benda sejarah.

Namun juga ruang edukasi yang mampu memberi pemahaman utuh kepada pengunjung tentang sosok Kartini.

Di sisi lain, Disparbud Jepara juga tengah merumuskan kebijakan terkait tiket masuk Museum Kartini. 

Pembahasan tersebut saat ini masih dilakukan bersama Bupati Jepara dan akan segera diumumkan kepada publik.

Baca Juga: Prediksi Persija vs Persijap Jepara di GBK, Laskar Kalinyamat Main Di Bawah Tekanan Degradasi

“Masih kami bahas bersama Bupati. Prinsipnya, kebijakan tiket nanti tetap mempertimbangkan aspek edukasi dan aksesibilitas masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ali mengimbau agar Museum Kartini dapat dimanfaatkan sebagai pusat kajian sekaligus ruang kegiatan seni dan budaya. 

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu museum tersebut telah digunakan untuk workshop pembuatan boneka jerami, Memedhen Gadhu yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Ia berharap, keberadaan Museum Kartini ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi pengetahuan sejarah.

Melainkan juga menjadi wadah pelestarian berbagai kekayaan kultural yang dimiliki Kabupaten Jepara, sekaligus ruang hidup bagi aktivitas kebudayaan masyarakat.

"Meskipun Museum Kartini lompleks Pendopo ditutup, namun Museum Kartini yang berada di kawasan Alun-alun Jepara I masih dibuka," jelasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #kartini #museum kartini #wbtb #Budaya #cagar budaya #emansipasi