JEPARA — Arus kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jepara mulai menunjukkan peningkatan seiring memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Ali Hidayat memprediksi sekitar 35 ribu wisatawan akan memadati berbagai destinasi wisata selama momentum libur akhir tahun tersebut.
Destinasi yang dimaksud meliputi Pantai Bandengan, Pantai Kartini, Pantai Pungkruk, Pulau Panjang, Kura-Kura Ocean Park, Kolam Renang Gelora Bumi Kartini (GBK), Museum Kartini, Benteng Portugis, Goa Tritip, serta Wisma dan Hotel Jati Kerep Karimunjawa.
Ali Hidayat mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut lonjakan wisatawan.
Mulai dari aspek pelayanan, keselamatan, hingga koordinasi lintas sektor terus dimatangkan agar aktivitas wisata berjalan aman dan nyaman.
Pihaknya juga telah membuat edaran kepada seluruh pengelola destinasi wisata. Selama momen Nataru, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan unsur SAR. Selain itu, call center pariwisata diaktifkan sebagai layanan informasi dan aduan yang bisa diakses masyarakat maupun wisatawan.
“Kami juga memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama cuaca ekstrem yang biasa terjadi di akhir tahun,” jelasnya Selasa (23/12).
Khusus wisata bahari, Disparbud memberikan perhatian ekstra pada aspek keselamatan.
Para penjaja ojek perahu diminta memastikan armada dalam kondisi laik, menyediakan pelampung, rakit penolong, serta jaket pelampung sesuai jumlah penumpang kapal atau perahu.
Tak hanya itu, pelaku usaha wisata air seperti penyewaan ban, banana boat, jet ski, dan wahana sejenis juga diwajibkan mencantumkan tarif sewa secara jelas serta menyiapkan peralatan keselamatan yang memadai.
Disparbud juga menetapkan batas operasional perahu atau kapal hingga pukul 16.30 WIB demi menghindari risiko akibat perubahan cuaca sore hari.
Sementara itu, Manajer Pantai Bandengan, Mohamad Arif Junaidi, mengungkapkan bahwa di objek wisata yang dibawahinya tersebut sudah ramai didatangi pengunjung sejak akhir pekan lalu.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, ada peningkatan, kini PAD di sini (Bandengan, red) sudah mencapai Rp 2 miliar,” ucapnya.
Untuk sistem pembayaran, Arif menyebut pembayaran non-tunai masih dalam tahap sosialisasi.
Sebab, sebagian besar pengunjung lokal Jepara dan sekitarnya belum terbiasa menggunakan metode transaksi digital. Adapun tarif tiket masuk Pantai Bandengan pada hari biasa sebesar Rp10 ribu per orang, sementara selama libur Nataru naik menjadi Rp 15 ribu.
Dari sisi asal wisatawan, pengunjung masih didominasi masyarakat lokal Jepara dan sekitarnya.
Pada hari biasa, jumlah pengunjung bisa mencapai 200 orang, sedangkan pada momen tertentu dapat melonjak hingga 400 orang per hari.
“Di hari pertama libur sekolah kemarin sudah terlihat peningkatan. Saat puncak liburannya nanti, kami perkirakan di sini bisa naik sekitar 10 hingga 15 ribu pengunjung,” jelas Arif.
Untuk pengamanan selama puncak Nataru, pengelola akan bersinergi dengan Polres Jepara, tenaga kesehatan, dan tim SAR mulai tanggal 25 Desember.
Ke depan, pengembangan Pantai Bandengan tetap dilakukan, dengan fokus pada peningkatan daya tarik wisata dan pemerataan kunjungan.
“Kami tidak muluk-muluk. Harapannya pemeliharaan dan perawatan terus berjalan, apalagi saat musim baratan dengan ombak besar. Yang terpenting pengunjung merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.
Ia menambahkan, saat ini Pantai Bandengan juga tidak berdiri sendiri. Melainkan menyatu dengan objek-objek wisata lainnya.
Keberadaan wisata di bawah Disparbud maupun wisata desa di kawasan sekitar diharapkan mampu menjadi pemecah konsentrasi wisatawan sekaligus memperkaya pilihan destinasi di Kabupaten Jepara.(fik)
Editor : Mahendra Aditya