JEPARA – Insiden kecelakaan kembali terjadi di kawasan wisata Trekking Mangrove Karimunjawa.
Seorang turis asing dikabarkan mengalami kecelakaan ringan saat berkunjung ke destinasi tersebut pada Senin (15/12) lalu, setelah menginjak papan kayu yang telah lapuk hingga kakinya terperosok.
Peristiwa itu terjadi saat wisatawan tersebut menyusuri jalur trekking mangrove yang berada di wilayah pengelolaan Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa di Kemujan.
Akibat papan kayu yang rapuh, kaki korban masuk ke sela-sela lantai kayu. Meski tidak mengalami luka serius, insiden ini kembali menyoroti kondisi sarana dan prasarana wisata di kawasan konservasi tersebut.
Kejadian ini memantik sorotan dari penggiat wisata lokal. Salah satunya disampaikan oleh Sakunding, penggiat wisata Karimunjawa, yang menilai sudah saatnya pengelola kawasan berbenah secara menyeluruh.
Menurutnya, pembenahan tidak cukup hanya pada promosi destinasi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan dan keselamatan wisatawan.
Ia menilai, fasilitas yang tersedia di sejumlah destinasi, khususnya trekking mangrove, belum sebanding dengan besaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang dipungut dari wisatawan. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada citra pariwisata Karimunjawa di mata pengunjung, terutama wisatawan mancanegara.
Adapun kenaikan tarif PNBP yang belakangan baru diberlakukan seperti tiket masuk wisatawan nusantara sebesar Rp 20 ribu pada hari kerja dan Rp 30 ribu pada akhir pekan. Tiket tersebut meliputi akses trekking mangrove, snorkeling, hingga pengamatan penetasan penyu.
Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp 200 ribu, serta biaya sebesar Rp 2 juta jika mau menerbangkan drone.
Menurutnya, dengan tarif sebesar itu, mestinya fasilitas dasar seperti keamanan jalur trekking benar-benar diperhatikan. Jangan sampai kejadian serupa terus terulang.
Ia pun mempertanyakan kapan BTN Karimunjawa akan melakukan pembenahan secara serius.
Insiden kali ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada Sabtu (1/11) lalu, tercatat dua kejadian pengunjung dan warga terjatuh dari jalur trekking mangrove di kawasan Desa Kemujan tersebut.
Saat itu, lokasi sedang ramai karena adanya gelaran Festival Thotok Terusan.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kemujan, Endarto, membenarkan adanya insiden yang menimpa turis asing tersebut.
Ia menyebut pihaknya menerima informasi awal dari Kapolsek setempat terkait kecelakaan kecil di jalur trekking mangrove.
“Betul, kami mendapat informasi ada accident kecil yang menimpa wisatawan di trekking mangrove. Yang bersangkutan sudah mendapatkan penanganan dari petugas Puskesmas Karimunjawa. Luka hanya lecet, sudah dibersihkan dan diobati, serta sudah bisa berjalan normal,” ungkap Endarto Selasa (16/12).
Ia menambahkan, pihak BTN juga telah mengunjungi tempat wisatawan tersebut menginap dan berencana menemui langsung untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.
"Malam itu, juga sudah kami kunjungi ke tempat tamu menginap, kebetulan tamunya sudah istirahat. Pagi tadi dari BTN bertemu pemilik penginapan dan menginformasikan bahwa yang bersangkutan sudah bisa mengikuti wisata snorkeling," ucapnya.
Pihaknya juga tengah menjadwalkan ulang untuk bertemu wisatawan mancanegara tersebut.
"Rencananya nanti malam kami akan ketemu tamu tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan saat berkunjung ke trekking mangrove," katanya.
Di samping itu, BTN Karimunjawa telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi trekking mangrove dan menemukan sejumlah papan kayu yang lapuk serta licin akibat musim hujan.
"Hasil pengecekan memang terdapat beberapa papan dan kayu yang lapuk dan kondisinya licin karena musim hujan. Kami tentunya akan melalukan perbaikan dan mengevaluasi operasional selanjutnya sehingga aman untuk dikunjungi wisatawan," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya