Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Enam Budaya Jepara Resmi Jadi WBTB 2025, Mas Wiwit: Multimanfaat untuk Pariwisata

M. Khoirul Anwar • Selasa, 16 Desember 2025 | 21:14 WIB
LESTARI: Jajaran Disparbud Jepara menghadiri Apresiasi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025.
LESTARI: Jajaran Disparbud Jepara menghadiri Apresiasi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025.

JEPARA – Kabupaten Jepara kembali menegaskan diri sebagai daerah kaya khazanah budaya.

Pada tahun 2025, Jepara berhasil meraih enam Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Apresiasi tersebut diterima langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat, dalam Malam Apresiasi WBTB 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Ali Hidayat hadir didampingi Sekretaris Dinas Agus Priyadi, Kabid Kebudayaan Mohamad Adjib Ghufron, Subkoordinator Sejarah dan Kepurbakalaan Lia Supardianik, serta Subkoordinator Kesenian Rizki Joko Premono.

Adapun enam objek pemajuan kebudayaan Jepara yang resmi ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025 meliputi:

1. Batik Jepara


2. Horog-horog (makanan khas)


3. Memeden Gadhu (tradisi)


4. Baratan Kalinyamatan (upacara adat)


5. Pindang Serani (makanan khas)


6. Ukir Kaligrafi Jepara (teknologi tradisional)

 

Ali Hidayat mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi amanah untuk terus kita jaga dan lestarikan. Ngurip-urip budaya yang sudah ada, jangan sampai punah,” ujar Ali.

 Menurut Ali, pelestarian budaya menjadi salah satu pilar utama dalam program unggulan Mulus, Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar.

“Melalui program lestari, Pemkab Jepara berkomitmen menjaga, mengembangkan, dan melestarikan budaya lokal agar menjadi pondasi pembangunan sekaligus daya tarik wisata,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang dan waktu yang memadai agar WBTB Jepara tetap relevan di tengah modernisasi serta mampu diwariskan kepada generasi muda.

“Kami berharap masyarakat tetap mencintai dan menghargai produk, seni, tradisi, dan budaya lokal agar terus lestari,” tambahnya.

 Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan RI atas penetapan tersebut. Menurutnya, capaian ini diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata sekaligus kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen melestarikan dan mengembangkan potensi budaya di Kota Ukir. Tidak hanya situs budaya, tetapi juga tari, lagu, kuliner, dan berbagai domain budaya lainnya,” ujar Mas Wiwit.

Ia menegaskan, pengembangan budaya Jepara akan dikolaborasikan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar memberikan manfaat berlipat.

“Multimanfaat. Budaya lestari, ekonomi kreatif bergerak, pariwisata juga terangkat,” tandasnya.

Prestasi Jepara turut berkontribusi pada dominasi Provinsi Jawa Tengah dalam Malam Apresiasi WBTB 2025. Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan jumlah penetapan WBTB terbanyak tahun ini. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir langsung dalam acara tersebut.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyebutkan, pada tahun 2025 terdapat 514 WBTB yang ditetapkan secara nasional, sehingga total WBTB Indonesia kini mencapai 2.727 objek.

“Kita terus mendorong objek pemajuan kebudayaan, mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, pengetahuan tradisional, hingga teknologi tradisional,” kata Fadli Zon.

Ia menambahkan, Kementerian Kebudayaan juga tengah menyiapkan sejumlah objek budaya untuk didaftarkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (UNESCO).

Dengan tambahan enam WBTB tahun ini, daftar warisan budaya Jepara yang telah diakui secara nasional semakin panjang, di antaranya:

Seni Ukir (2015)

Lomban, Perang Obor, Jembul Tulakan (2020)

Tenun Troso (2022)

Kentrung, Emprak (2023)

Macan Kurung, Barikan (2024)


Pencapaian ini diharapkan mampu memotivasi masyarakat Jepara untuk terus menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal sebagai identitas daerah.

 

Editor : Ali Mustofa
#Kemenbud #jepara #disparbud #wbtb #bupati jepara #witiarso utomo #pemkab #fadli zon