JEPARA – Momen tak terduga terjadi di depan Museum RA Kartini Jepara, Selasa (16/12).
Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar mendadak “digeruduk” puluhan anak sekolah dasar yang berlarian dari arah alun-alun.
Tanpa ragu, anak-anak itu mengejar dua pimpinan daerah Jepara tersebut.
“Pak Witiarso… Gus Hajar!” teriak mereka riang, disertai tawa polos khas anak-anak.
Puluhan siswa SD itu diketahui tengah mengikuti kegiatan eduwisata dari sekolah masing-masing. Dari seragam yang dikenakan, mereka berasal dari SDN Jebol dan SDN Pengkol Kampus.
Pertemuan yang sama sekali tak direncanakan itu pun berubah menjadi momen hangat dan spontan.
Mas Wiwit, sapaan akrab Bupati Jepara, tampak sabar menyalami satu per satu anak-anak tersebut.
Sementara Wakil Bupati Gus Hajar “diserbu” permintaan tanda tangan. Buku tulis hingga kertas seadanya pun disodorkan sebagai kenang-kenangan.
Tak berhenti di situ, Mas Wiwit dan Gus Hajar juga melayani ajakan foto bersama. Suasana makin cair saat yel-yel khas Jepara pun menggema.
“Jepara, mulus, mulus, mulus!” pekik Mas Wiwit, yang langsung disambut sorakan kompak anak-anak SD itu.
Momen penuh keakraban tersebut terjadi di sela agenda resmi Bupati dan Wakil Bupati Jepara menghadiri acara pisah sambut Komandan Kodim 0719/Jepara.
Namun, justru peristiwa kecil yang spontan itu menjadi perhatian banyak mata.
Tanpa protokoler kaku, tanpa jarak, pertemuan singkat di depan Museum Kartini itu memperlihatkan wajah lain kepemimpinan di Jepara. Dekat, sederhana, dan membumi.
Sebuah potret kecil, namun sarat makna tentang kedekatan pemimpin dengan generasi masa depan.
Editor : Ali Mustofa