JEPARA – Kabupaten Jepara resmi mencanangkan Program Jepara Menanam sekaligus memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Lapangan Oro-oro Bucu, Kecamatan Kembang.
Momen ini menjadi langkah besar menuju Jepara yang lebih hijau, rimbun, dan penuh keberkahan.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa penanaman pohon bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak, mengingat Jepara masih memiliki 6.000 hektare lahan kritis yang harus segera dipulihkan.
“Jepara harus hijau rimbun dan penuh berkah. Penanaman pohon adalah PR besar kita semua,” tegas Bupati.
800 Ribu Bibit per Tahun, Empat Tahun Capai 3,2 Juta Pohon
Pemkab Jepara menetapkan target ambisius: 800 ribu bibit per tahun, atau 3,2 juta pohon dalam empat tahun ke depan.
Seluruh bibit yang ditanam diprioritaskan memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai ekologi, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana, terutama menghadapi curah hujan tinggi jelang akhir tahun.
“Mumpung sudah masuk Desember, waktunya kita genjot penanaman. Ini momentum terbaik,” ujar Bupati.
Didukung APBD 2027 & Kemitraan Swasta–Perhutani
Pemkab Jepara memastikan dukungan penuh untuk keberhasilan gerakan ini.
Pada tahun 2027, pemerintah telah menyiapkan dukungan pengadaan bibit serta biaya perawatan agar pohon yang ditanam betul-betul tumbuh optimal.
Tak hanya pemerintah, program ini dibangun melalui kemitraan luas dengan: Perhutani, dunia usaha, kelompok masyarakat peduli lingkungan, dan komunitas pemuda & desa.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan lahan kritis sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Jepara Menuju Kabupaten Hijau Berkelanjutan
Program Jepara Menanam bukan sekadar acara seremonial. Ini merupakan gerakan besar menuju Jepara yang lebih resilien, ramah bencana, dan berkelanjutan.
Dengan jutaan pohon baru yang akan ditanam hingga 2027, Jepara menegaskan komitmennya menjadikan ruang hidup lebih sehat bagi generasi mendatang. (war)
Editor : Ali Mustofa