Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Distribusi Layar Digital ke Sekolah Jepara Dikeluhkan, Minim Koordinasi dengan Daerah

Fikri Thoharudin • Selasa, 9 Desember 2025 | 23:10 WIB
CEK FUNGSI: Petugas tengah mengecek smartboard usai diterimakan di SDN Kemujan, Karimunjawa.
CEK FUNGSI: Petugas tengah mengecek smartboard usai diterimakan di SDN Kemujan, Karimunjawa.

JEPARA – Distribusi bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau layar digital dari pemerintah pusat ke sejumlah satuan pendidikan di Jepara menuai keluhan. 

Sejumlah pihak menilai pendistribusian dilakukan tanpa koordinasi dengan dinas maupun koordinator wilayah pendidikan setempat, termasuk di wilayah kepulauan Karimunjawa.

Sebagaimana diketahui, smartboard atau IFP ditujukan sebagai perangkat pembelajaran yang mengubah cara guru dan siswa berinteraksi di kelas.

Layar digital ini memungkinkan penulisan, gambar, dan anotasi langsung di atas materi, menghadirkan pengalaman seperti papan tulis namun jauh lebih fleksibel. 

Guru dapat menampilkan video, presentasi, hingga simulasi pembelajaran tanpa perlu proyektor, sementara siswa dapat turut berinteraksi melalui sentuhan di layar.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ratib Zaini, menjelaskan bahwa bantuan IFP tersebut merupakan program langsung dari kementerian. 

Proses pengiriman barang, waktu kedatangan, hingga mekanisme distribusi sepenuhnya diatur langsung pusat.

“Program kementerian langsung, kapan datangnya dan distribusinya mereka yang atur,” ujarnya Selasa (9/12).

Ratib menerangkan, barang yang dikirim berupa layar digital berukuran 75 inci.

Sejumlah sekolah menerima paket itu dalam kondisi on spot dan langsung melakukan proses unboxing.

“Kantor pos yang mengawal itu by barang, by alamat. Tidak diperbolehkan di-unboxing selain di titik koordinat (satuan pendidikan, Red),” sebutnya.

Pihaknya pun belum dapat menyebutkan berapa banyak bantuan yang diterimakan khususnya bagi jenjang SD-SMP di Jepara.

Menurutnya, perlu sikap wait and see terkait teknis lapangan. Saat ini, beberapa unit telah tiba di sejumlah sekolah di Jepara, termasuk Karimunjawa. 

“Sasarannya SD dan SMP. Kalau berdasarkan jumlah sekolah negeri dan swasta ya untuk SD ada 570 SD atau 101 SMP," katanya.

Terpisah, Satkordikcam Karimunjawa, Prayogo, mengaku sama sekali tidak dilibatkan dalam proses distribusi.

Ia menyebut tim pengirim langsung berhubungan dengan kepala sekolah masing-masing tanpa koordinasi ke korwil atau kecamatan. 

“Kami tidak dilibatkan sama sekali terkait bantuan layar TV serta pendistribusiannya. Mereka (tim, red) langsung berhubungan dengan kepala sekolah,” tuturnya.

Camat Karimunjawa Nuril Abdillah menyebutkan dalam praktiknya pendistribusian ke sekolah tidak pernah dikoordinasikan dengan kecamatan. 

Nuril menambahkan, di samping di Karimunjawa, pengiriman juga menyasar sekolah di Pulau Parang, Nyamuk, dan Genting. 

“Sampai ke sekolah, tidak pernah dikoordinasikan dengan pihak kecamatan. Tahu-tahu barang sampai," ujarnya.(fik)

 

Editor : Ali Mustofa
#smartboard #jepara #IFP #kemendikdasmen