JEPARA – Program Siap dan Berani Menjadi TNI (Serani) Kodim 0719/Jepara kembali mencatatkan prestasi membanggakan.
Sebanyak tujuh peserta binaan Serani resmi dinyatakan lolos seleksi TNI AD jalur Sekolah Calon Tamtama (Secata) PK Gelombang III Tahun Anggaran 2025.
Mereka yang lolos ialah Singgih Alfiansyah (Desa Bungu, Mayong), Arif Subchan (Desa Sengonbugel, Mayong), Andi Saputra (Desa Menganti, Kedung), serta Muhamad Naufal (Desa Kedungleper, Bangsri).
Dari Kecamatan Keling ada M. Rafia (Desa Gelang) dan Ahmad Yusuf (Desa Watuaji).
Sementara satu peserta lainnya ialah Maulanan Abbas dari Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan.
Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan para peserta merupakan bukti bahwa ketekunan latihan, disiplin, serta tekad kuat mampu mengantarkan pemuda Jepara meraih cita-cita menjadi prajurit TNI.
“Program Serani membuka akses pembinaan gratis bagi siapa saja yang ingin berjuang masuk TNI. Ini bukti bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ungkapnya, Senin (8/12).
Setelah diumumkan lolos, para peserta akan mengikuti pendidikan di Secata Rindam IV/Diponegoro Gombong, Kebumen.
Pendidikan dimulai pada 11 Desember 2025 dan dijadwalkan selesai pada 4 Februari 2026.
Selanjutnya, para peserta akan menjalani pendidikan lanjutan sesuai kecabangan masing-masing.
Letkol Khoirul menyebutkan, antusiasme peserta pada gelombang ketiga ini semakin meningkat.
Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program Serani menjadi magnet baru bagi para pemuda Jepara yang ingin meniti karier di dunia militer.
“Ini akumulasi dari tekad, kedisiplinan, latihan yang konsisten, dan yang terpenting, semua proses pembinaan ini gratis,” tegasnya.
Ia memperkirakan pembukaan seleksi berikutnya akan berlangsung kembali pada triwulan pertama tahun 2026. Dandim berharap semakin banyak pemuda Jepara yang memanfaatkan program pembinaan Serani.
Selain menyiapkan peserta menghadapi seleksi TNI, program ini juga membentuk karakter, mental tangguh, dan kedisiplinan generasi muda.
“Bagi pemuda yang berminat menjadi prajurit, silakan daftar Serani melalui Koramil atau langsung di Kodim,” pungkasnya.
Apa Itu Program SERANI?
SERANI pada dasarnya adalah program pembinaan terstruktur bagi anak muda Jepara yang bercita-cita masuk TNI.
Namun, SERANI bukan sekadar latihan fisik biasa. Program ini menyatukan pembinaan mental, kedisiplinan, stamina, ketahanan diri, dan kesiapan psikologis, sehingga pesertanya memiliki standar yang sangat mirip dengan proses seleksi resmi.
Yang membuatnya makin luar biasa: semua kegiatan di SERANI digratiskan.
Tidak ada biaya pendaftaran, tidak ada pungutan tambahan, dan tidak ada syarat khusus selain komitmen untuk berlatih.
Program ini langsung berada di bawah koordinasi Dandim 0719/Jepara dan dilaksanakan di berbagai Koramil untuk memudahkan akses calon peserta.
Bagaimana Sistem Pelatihan Program SERANI?
Untuk memastikan latihan merata, SERANI dibagi menjadi lima klaster wilayah. Peserta tinggal memilih titik terdekat:
-
Klaster Mayong
-
Klaster Welahan
-
Klaster Jepara Kota
-
Klaster Batealit–Mlonggo
-
Klaster Bangsri–Keling–Donorojo
Dengan sistem ini, para calon prajurit tidak harus menempuh perjalanan jauh; mereka cukup hadir di Koramil setempat.
Jadwal latihannya pun konsisten:
Setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 16.00 WIB.
Semua sesi dipandu langsung oleh pelatih dari jajaran Koramil. Materinya meliputi:
-
lari berskala target
-
penguatan otot dan ketahanan fisik
-
drill kedisiplinan
-
teknik dasar militer
-
simulasi seleksi masuk TNI
Model latihannya ketat tetapi terukur. Banyak peserta mengatakan pola latihannya sangat mirip dengan proses seleksi asli yang mereka hadapi kemudian.
Testimoni Peserta: “Tanpa SERANI Saya Mungkin Tidak Lolos”
Di lapangan, cerita sukses muncul satu per satu.
Beberapa pemuda yang kini sudah resmi menjadi anggota TNI mengakui bahwa ritme latihan SERANI membuat mereka lebih siap menghadapi seleksi.
“Latihannya tidak asal capek. Semuanya terstruktur. Rasanya seperti benar-benar menjalani tes TNI sebelum tes yang sebenarnya,” ujar salah satu peserta yang kini sudah memakai seragam loreng.
Testimoni seperti inilah yang kemudian menyebar cepat, membuat SERANI semakin diburu calon peserta.
Bahkan pemuda dari kecamatan tetangga yang sebelumnya tidak terjangkau mulai berdatangan setelah melihat angka kelulusan yang meningkat tajam.
Dampak Besar bagi Keluarga dan Daerah
Bagi orang tua, program ini membawa angin segar.
Mempersiapkan anak masuk TNI biasanya membutuhkan biaya cukup besar untuk pelatihan fisik maupun bimbingan mandiri. Namun SERANI menawarkan semuanya tanpa biaya sepeser pun.
Tak heran jika tahun ini Jepara melonjak menjadi salah satu daerah dengan angka kelulusan calon prajurit tertinggi. Fenomena tersebut memicu rasa bangga sekaligus rasa penasaran banyak daerah lain yang ingin meniru pola pembinaan serupa.
Akses Mudah, Semua Gratis
Akun resmi SERANI di Instagram, @serani719jepara, bahkan secara terbuka mengajak pemuda yang berminat untuk datang ke klaster terdekat.
Pesannya jelas: siapa pun yang siap disiplin dan bekerja keras dipersilakan ikut, tanpa pungutan apa pun.
(fik/war)