JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya dalam mempercepat penyelesaian infrastruktur strategis, salah satunya rehabilitasi Jembatan Banyuputih–Pendosawalan.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menempatkan proyek ini sebagai prioritas karena dinilai berdampak langsung pada pelayanan publik dan mobilitas warga.
Dalam kunjungan lapangan pada Selasa (7/10/2025), Bupati Witiarso meninjau progres pembangunan bersama Kepala DPUPR Hery Yulianto. Ia memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, mulai dari material, konstruksi badan jembatan, hingga pengerjaan akses jalan.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini adalah kebutuhan masyarakat. Saya minta dikerjakan sebaik mungkin, tepat waktu, dan bermanfaat luas bagi warga,” tegas Witiarso.
Pemkab Jepara ingin memastikan setiap pembangunan infrastruktur memiliki efek nyata, terutama pada keamanan pengguna jalan, distribusi barang, dan akses pekerja menuju kawasan industri di Banyuputih dan Pendosawalan.
Selain menjadi jalur utama pabrik-pabrik besar, jembatan ini juga penting bagi pelaku UMKM di Pendosawalan yang bergerak dalam industri fashion muslim. Pemerintah memastikan perbaikan jembatan dilakukan menyeluruh, mulai dari mengganti struktur besi berlubang menjadi beton kokoh sepanjang 31,8 meter.
Bupati Witiarso menyebut penyelesaian proyek ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas, adil, dan merata. Ia juga menegaskan bahwa Pemkab akan terus memantau pengerjaan hingga selesai.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap jembatan tersebut dapat segera digunakan warga, sekaligus menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Editor : Mahendra Aditya