Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bagikan Ratusan Porsi Sego Menir, Gelar Kenduri Kenang Krisis Pangan Pra Kemerdekaan

Fikri Thoharudin • Minggu, 7 Desember 2025 | 23:20 WIB
SANTAP: Usai dibacakan doa keelamatan (bancaan) nasi menir mulai dibagikan terhadap para perangkat desa hingga masyarakat.
SANTAP: Usai dibacakan doa keelamatan (bancaan) nasi menir mulai dibagikan terhadap para perangkat desa hingga masyarakat.

JEPARA - Tradisi kenduri desa kembali digelar oleh warga Desa Semat, Kecamatan Tahunan, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah ketahanan pangan masyarakat di masa pra-kemerdekaan. 

Penggagas acara, KRT Khoirul Anam Setyonagoro, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan gelaran keempat dan berlangsung lebih tertata serta rapi. 

“Untuk urutannya memang dimulai dengan konsep yang sudah kami susun agar makna dan tujuannya tidak hilang,” ujarnya Minggu (7/12).

Menurut Anam, kenduri Sego Menir memiliki makna historis mendalam. Menir menjadi salah satu makanan pokok warga Semat menjelang masa kemerdekaan ketika masyarakat belum mampu menikmati beras berkualitas baik. 

Pada akhir tahun, saat curah hujan tinggi dan wilayah Semat dekat dengan air darat, menir menjadi penyelamat pangan rakyat. "Saat musim baratan, nelayan sering tidak bisa melaut. Menir inilah yang menjaga keberlangsungan hidup warga,” tambahnya.

Acara tahun ini digelar di panggung budaya Desa Semat, tepat di depan Pasar Semat. Pengunjung disuguhi rangkaian kegiatan budaya sejak pagi, dimulai pukul 07.00 dengan senam bersama. 

Setelah itu dilanjutkan lomba penyajian tumpeng menir yang menampilkan kreativitas warga. Prosesi utama berupa slametan dan kenduri Sego Menir menjadi puncak acara sebelum ditutup dengan hiburan campursari.

Setidaknya 350 porsi Sego Menir dibagikan kepada warga dan pengunjung. Menariknya, seluruh hidangan tersebut disiapkan oleh tujuh warga yang memang dikenal rutin menjual nasi menir di Pasar Semat setiap pagi. Setiap porsi dibungkus daun pisang seperti tradisi lama, menjadikan aroma dan cita rasa hidangan semakin nikmat.

Sego menir bukan sekadar nasi. Di dalamnya terdapat urapan sayur, gresek, tempong, dan sambal, yang menjadi ciri khas sajian rakyat Semat sejak puluhan tahun lalu. 

Anam menekankan bahwa warisan kuliner ini bukan hanya simbol keanekaragaman pangan lokal, namun juga peluang ekonomi bagi warga.

“Harapannya, potensi lokal seperti Sego Menir bisa dikenal lebih luas, bukan hanya sebagai makanan khas, tetapi juga penggerak perekonomian,” katanya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#Semata #jepara #sego menir