JEPARA — Rencana pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Demak–Jepara kembali mengalami penundaan dari jadwal awal.
Proyek yang semula ditargetkan mulai berjalan pada 2030 kini diproyeksikan baru bisa dimulai pada 2034–2035, mengikuti pembaruan prioritas jaringan tol nasional yang dilakukan pemerintah pusat.
Kepala Bidang Perekonomian Infrastruktur SDA dan Kewilayahan (PISDAK) Bappeda Jepara, Dwi Yogo Adiwibowo, membenarkan adanya penyesuaian dalam roadmap pembangunan tol Semarang–Demak–Tuban yang berdampak pada mundurnya pelaksanaan segmen Demak–Jepara.
Baca Juga: Wow! Bupati Jepara Gelontorkan 110 Kambing Boer, Batealit Disiapkan Jadi Kawasan Peternakan Unggulan
“Jadwalnya memang bergeser. Dari rencana 2030 menjadi 2034–2035, karena pusat menetapkan prioritas baru,” jelasnya.
Untuk saat ini, pemerintah pusat masih memusatkan perhatian pada dua koridor utama, yaitu Semarang–Demak dan Demak–Tuban.
Jalur Demak–Tuban sendiri akan digarap dalam dua tahap: Demak–Rembang sepanjang ±93 km dan Rembang–Tuban sepanjang ±87 km.
Studi kelayakan proyek ditargetkan selesai pada 2025–2026, sementara proses pembebasan lahan di wilayah Demak, Kudus, Pati, Rembang, dan Tuban disebut masih berlangsung sesuai rencana.
Segmen Jepara akan dikerjakan setelah keseluruhan jalur Semarang–Demak–Tuban selesai dibangun.
Tol Demak–Jepara diperkirakan membentang sepanjang sekitar 30 km, dimulai dari kawasan Trengguli dan direncanakan memiliki lokasi exit di sekitar Polres Jepara.
Jalurnya akan melewati wilayah Kalinyamatan, Kedung, hingga terhubung ke kawasan perkotaan Jepara.
Baca Juga: Kabar Terbaru Tol Demak–Jepara: Jadwal Bergeser, Ini Penjelasan Resminya
Dwi Yogo juga menunjukkan grand design dari Kementerian PUPR yang menegaskan posisi strategis ruas Demak–Jepara dalam mendukung Kawasan Pelabuhan Internasional (KPI), kawasan industri, serta penguatan konektivitas pantura.
Meski jadwal bergeser, Pemkab Jepara berharap perubahan ini tetap mempertimbangkan kebutuhan strategis pembangunan daerah.
“Dalam rencana nasional, ruas Demak–Jepara tetap berada di rentang 2030–2035, hanya bergeser ke 2034–2035. Desainnya sudah tersedia,” tambahnya.
Dengan revisi ini, Jepara harus menunggu lebih lama untuk terhubung langsung ke jaringan tol nasional.
Namun, arah kebijakan pemerintah pusat menunjukkan bahwa proyek ini tetap berjalan dan tidak dibatalkan sama sekali.
Keberlanjutan rencana tersebut membawa optimisme baru bagi peningkatan ekonomi, pengembangan industri, dan kelancaran logistik di wilayah Jepara. (war)