Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Terbaru Tol Demak–Jepara: Jadwal Bergeser, Ini Penjelasan Resminya

M. Khoirul Anwar • Rabu, 3 Desember 2025 | 22:22 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

JEPARA — Rencana pembangunan jalan tol penghubung Demak–Jepara kembali mundur dari jadwal semula.

Proyek yang awalnya diproyeksikan mulai dikerjakan pada 2030 kini dipastikan bergeser menjadi 2034–2035, mengikuti penataan ulang prioritas jaringan tol nasional oleh pemerintah pusat.

Kepala Bidang Perekonomian Infrastruktur SDA dan Kewilayahan (PISDAK) Bappeda Jepara, Dwi Yogo Adiwibowo, membenarkan adanya revisi roadmap pembangunan jaringan tol Semarang–Demak–Tuban yang ikut mempengaruhi timeline segmen Demak–Jepara.

“Informasinya sedikit bergeser. Dari sebelumnya 2030, kini menjadi 2034–2035. Ada penentuan prioritas baru di pusat,” ujarnya.

Saat ini pemerintah masih fokus pada dua koridor utama: Semarang–Demak dan Demak–Tuban. Jalur Demak–Tuban sendiri akan dibangun dalam dua sesi:

Demak–Rembang ±93 km

Rembang–Tuban ±87 km

Studi kelayakan proyek diproyeksikan rampung 2025–2026. Sementara proses pembebasan lahan di Demak, Kudus, Pati, Rembang, dan Tuban disebut sudah berjalan sesuai rencana.

Jepara akan menjadi segmen lanjutan setelah seluruh koridor Semarang–Demak–Tuban tuntas dibangun.

Rute tol Demak–Jepara diperkirakan memiliki panjang sekitar 30 km, dimulai dari kawasan Trengguli dan direncanakan memiliki exit di sekitar Polres Jepara.

Jalurnya akan melintas Kalinyamatan, Kedung, hingga terhubung ke area perkotaan.

Dwi Yogo juga menunjukkan grand design yang diterbitkan Kementerian PUPR, yang menegaskan posisi Demak–Jepara dalam jaringan tol nasional untuk mendukung Kawasan Pelabuhan Internasional (KPI), kawasan industri, dan konektivitas pantura.

Meskipun ada pergeseran, Pemkab Jepara berharap revisi timeline ini tetap mengakomodasi kebutuhan strategis daerah.

“Dalam peta nasional, Demak–Jepara tetap ada dalam rentang 2030–2035, hanya bergeser ke 2034–2035. Desainnya sudah siap,” tambahnya.

Dengan perubahan ini, Jepara harus menunggu sedikit lebih lama untuk terhubung langsung ke jaringan tol nasional.

Namun, desain dan arah kebijakan pusat menunjukkan bahwa proyek ini tetap berjalan, bukan dibatalkan.

Membawa harapan baru bagi percepatan ekonomi, industri, dan logistik wilayah Jepara.

Editor : Ali Mustofa
#demak #nasional #tol jepara #pembangunan #infrasktruktur