Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ramai & Gayeng! Bupati Jepara Disambut Hangat di Sanggar Carang Pakang, Ini Pesan Pentingnya untuk Wisata Bandengan

Fikri Thoharudin • Selasa, 2 Desember 2025 | 23:28 WIB
GAYENG: Bupati Jepara Witiarso Utomo disambut di Sanggar Carang Pakang.
GAYENG: Bupati Jepara Witiarso Utomo disambut di Sanggar Carang Pakang.

JEPARA — Program Bupati Ngantor di Desa kembali digelar pada Selasa (2/12), kali ini di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara. Tepatnya diselenggarakan di area wisata Pantai Prawean.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan DPRD Jepara dari berbagai fraksi, di antaranya Agus Sutisna, Pratikno, Fauzi, Farah Elfirajun, Khoirul, dan Nur Osel.

Para wakil rakyat ini menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya sektor budaya dan pariwisata.

Setelah agenda utama selesai, rombongan melanjutkan silaturahmi ke tokoh masyarakat. Dilanjutkan peninjauan batik di Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) Catha Cara, serta Sanggar Carang Pakang, yang selama ini menjadi pusat produksi kerajinan bambu sekaligus ruang pembinaan musik tradisi. 

Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan pentingnya kolaborasi antara ekonomi kreatif, seni, dan pariwisata. Ia menyampaikan tak banyak hal yang didiskusikan dalam agenda tersebut, menurutnya area kecamatan kota sudah cukup mapan. Tingkat dilakukan penataan supaya terjadi peningkatan.

"Warga mengusulkan agar kawasan pantai ini dihidupkan pada malam hari. Kami berharap kesenian dan potensi budaya lokal dapat menopang pengembangan wisata daerah," ungkapnya Selasa (2/12).

Bupati menerima sejumlah aspirasi, terutama mengenai kebutuhan penambahan lampu, penguatan infrastruktur, serta pengembangan sarana-prasarana pendukung wisata malam.

Menurutnya, Bandengan memiliki ruang besar untuk bertumbuh sebagai pusat aktivitas wisata malam tanpa menghilangkan karakter budaya lokal.

Selain itu, konektivitas antar kecamatan menjadi salah satu fokus utama. Setelah program Bunga Desa Jilid II berjalan dengan baik, Pemkab Jepara menargetkan penguatan jalur darat dan laut.

“Untuk akses darat, saat ini sudah berjalan baik melalui layanan jeep wisata yang menawarkan paket short, medium, hingga long trip mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1 jutaan. Dari laut, sudah ada alternatif perahu menuju Sekuro dan destinasi lain,” jelasnya.

MELOKAL: Bupati Jepara turut membatik di LPK Catha Cara.
MELOKAL: Bupati Jepara turut membatik di LPK Catha Cara.

Bupati juga menyinggung masalah abrasi dan upaya penanganannya. Menurutnya, anggaran dari APBD sangat terbatas.

“Anggaran daerah terbatas. Penanganan abrasi sudah kami ajukan ke pemerintah pusat agar mendapatkan porsi pendanaan yang memadai,” tambahnya.

Pemkab juga tengah melakukan penataan kawasan Mulyoharjo agar mampu mendongkrak kembali geliat wisata, termasuk menghidupkan kembali ruang-ruang seni dan budaya.

"Kami melakukan perencanaan secara periodik. Membangun Jepara berarti membangun desa. Ketika desa berkembang, daerah akan terbangun secara otomatis,” tegasnya.

Camat Jepara, Arif Budiyanto, menilai kawasan pesisir Jepara sangat potensial jika diintegrasikan dengan kawasan pegunungan seperti Tempur.

"Kawasan pesisir merupakan objek wisata yang sangat bagus. Jika disinergikan dengan Tempur, potensi wisata Jepara menjadi paket komplit, ada gunung dan ada laut,” ujar Arif.

Ia menyebutkan bahwa saat ini telah tersedia paket wisata Rp 800 ribuan yang mencakup perjalanan dari Pantai Perawean hingga Tempur (Kaki Gunung Muria) dengan durasi hampir satu hari penuh. 

ABRASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi OPD meninjau lokasi gerusan air laut di Pantai Prawean.
ABRASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi OPD meninjau lokasi gerusan air laut di Pantai Prawean.

Namun, Arif menekankan perlunya promosi yang lebih masif. "Promosi masih kurang. Wisatawan luar Jepara perlu tahu bahwa kita punya paket lengkap, baik fisik maupun historis. Komunikasi dengan komunitas jeep, operator wisata, hingga pihak perhotelan sudah terbangun, tinggal diperkuat,” terangnya.

Arif juga menyebut perlunya peningkatan kapasitas penggiat wisata, mulai dari komunitas jeep hingga kelompok sadar wisata, agar siap menyambut perkembangan kunjungan yang lebih besar.

"Perlu peningkatan kapasitas SDM, supaya jika turis asing berkunjung pun dapat melayani," pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#Bandengan #jepara #tempur #wisata budaya #pantai