JEPARA – Suasana berbeda terlihat saat Bupati Jepara Witiarso Utomo “ngantor” di Desa Bandengan, Selasa (2/12/2025).
Salah satu titik yang ia kunjungi adalah Sanggar Carang Pakang Bamboo, pusat kerajinan musik bambu yang dikenal hingga mancanegara.
Saat tiba di lokasi, Bupati Witiarso langsung disambut meriah oleh ratusan siswa SD yang tengah mengikuti lomba permainan tradisional.
Lantunan angklung dan berbagai instrumen bambu mengiringi kedatangannya, menghadirkan nuansa lokal yang hangat dan penuh kebanggaan.
Di sanggar milik Hesti Prasetya itu, Bupati dan jajarannya pun tak sungkan ikut larut memainkan alat musik bambu.
Dipandu Kepala Disparbud Jepara Ali Hidayat, mereka bahkan menyanyikan lagu Jepara Istimewa—lagu adaptasi dari Jogja Istimewa—yang membuat suasana semakin hidup.
Sanggar Carang Pakang sendiri merupakan ruang kreatif yang memproduksi berbagai alat musik bambu. Karyanya telah dikirim ke berbagai daerah, bahkan ke luar negeri.
Setelah puas bernyanyi, Mas Wiwit—sapaan akrab Bupati Jepara—mencoba sejumlah permainan tradisional.
Ia bermain bersama Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno dan Sekda Jepara Ary Bachtiar.
Bupati juga menyaksikan pertandingan final lomba permainan tradisional hasil kolaborasi Carang Pakang dan Pemerintah Desa Bandengan.
Permainan seperti egrang, bakiak, engklek bambu, hingga ketapel membuat suasana semakin riuh.
Sorak-sorai penonton membuat seakan kembali ke masa kecil yang penuh kegembiraan.
Bupati Witiarso mengapresiasi kreativitas Carang Pakang yang terus melestarikan budaya lokal di era serbadigital.
“Permainan tradisional ini membawa nostalgia sekaligus mengenalkan budaya pada anak-anak di tengah gempuran gadget. Bahkan bisa melahirkan bibit atlet permainan tradisional yang berprestasi di level nasional,” ujarnya.
Kunjungan ini tidak hanya memperlihatkan kedekatan pemimpin dengan masyarakat, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi dan budaya lokal yang menjadi identitas Jepara.
Editor : Ali Mustofa