Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kasus Penemuan Mayat Pemuda di Tubanan Jepara Masih Didalami, Enam Saksi Diperiksa

Fikri Thoharudin • Senin, 1 Desember 2025 | 23:47 WIB
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela

JEPARA — Penyebab kematian pemuda di Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, yang sempat menggegerkan warga pada Minggu (30/11) pagi masih menjadi misteri. 

Korban yang diketahui bernama lengkap Axsyal Rendy Saputra, 24, seorang pendistribusi air galon isi ulang di wilayah setempat, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di area kebun rumput gajah.

Saat ditemukan di area kebun yang berjarak sekitar 60 meter dari rumahnya tersebut, kondisi korban mengenaskan.

Berpakaian hitam dengan celana pendek, korban tewas dalam kondisi terlentang dan leher yang tergorok.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, menyampaikan hasil otopsi sementara yang dilakukan bersama Biddokkes Polda Jateng.

“Pada tubuh korban terdapat luka akibat kekerasan tajam berupa luka sayat pada leher, luka iris di pergelangan tangan kiri, serta luka iris dangkal pada dada. Didapatkan tanda mati lemas dan pendarahan hebat," jelasnya Senin (1/12).

Penyebab kematian, menurut AKP Wildan ialah luka sayat pada leher yang memutus pembuluh nadi leher kiri dan tenggorokan.

Sempat beredar kabar liar di media sosial yang menyebutkan ayah tiri korban sebagai pelaku. Namun, polisi menghimbau agar masyarakat tidak berspekulasi terlebih dahulu. Pihaknya akan memastikan apakah ada pihak lain yang turut memiliki andil dalam peristiwa tersebut.

“Ayah tiri (korban, Red) saja berada di luar kota,” tegas AKP Wildan.

Ia menambahkan, polisi masih melakukan proses pemeriksaan dengan pihak-pihak terkait. Hingga Minggu (30/11), sudah terdapat enam orang saksi yang dimintai keterangan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB. Nenek korban, Ngatipah, menyadari Rendy tidak ada di rumah. Merasa tidak biasa, ia meminta bantuan dua warga, Supriyohadi dan Kardi, untuk membantu mencari.

Saat menyusuri area belakang rumah, para saksi menemukan ceceran darah. Ibu korban, Endang Fitriyani, yang mengetahui temuan tersebut langsung lemas sehingga pencarian dilanjutkan oleh saksi lain.

Sekitar pukul 05.45 WIB, tubuh Rendy ditemukan dalam posisi terlentang dan bersimbah darah di kebun rumput gajah.

“Jenazah langsung dibawa ke RSUD Kartini Jepara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tanggap Kapolsek Kembang, Iptu Heru Setyawan.

Polisi menemukan pisau dapur dengan bekas darah di dalam rumah korban serta di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga sedang berproses, melakukan pemeriksaan terhadap indikasi sidik jari yang melekat atas barang bukti tersebut.

"Pisau yang ditemukan ada bekas darah. Masih kami cocokkan dan dalami keterkaitannya dengan luka pada tubuh korban,” jelasnya.

Tim Inafis Polres Jepara jiga telah melakukan olah TKP. Polisi juga terus mendalami isi telepon genggam korban untuk menelusuri komunikasi terakhirnya. 

Di samping itu, anjing pelacak juga dikerahkan untuk menyisir area kebun dan rumah korban, mencari kemungkinan jejak orang lain atau pergerakan korban sebelum meninggal.

Kapolsek juga menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan klarifikasi kepada keluarga, meski proses sempat terhambat karena keluarga masih berduka.

“Sampai semalam pemeriksaan keluarga belum maksimal. Kami masih running, masih menganalisa,” ujarnya.

Polisi meminta dukungan masyarakat agar informasi yang beredar tidak simpang siur.

“Mohon doa dan dukungan agar kasus ini segera terungkap,” sebutnya.

Petinggi Desa Tubanan, Untung Pramono, menyebut korban dikenal sebagai pemuda biasa yang kerap membantu kegiatan desa.

“Biasanya ikut proyek desa sebagai tim pelaksana kegiatan (TPK), bangun jalan dan sebagainya. Saat ini sebagai pengantar air galon. Sehari-hari tidak ada masalah, biasa mawon,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak desa juga melakukan investigasi internal untuk merunut siapa saja yang terakhir bersama korban. “Melibatkan warga kami,” singkatnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#pembunuhan #jepara #kebun #pemuda #Dugaan