Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Jepara Witiarso Utomo Siapkan Jalan Soekarno–Hatta sebagai Etalase Mebel Jepara

M. Khoirul Anwar • Rabu, 26 November 2025 | 16:56 WIB
PROGRESIF: Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menghadiri acara Ngantor di Desa Kecapi.
PROGRESIF: Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menghadiri acara Ngantor di Desa Kecapi.

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan langkah besar untuk mengembalikan kejayaan industri mebel dengan menata koridor Jalan Soekarno–Hatta sebagai Etalase Mebel Jepara.

Kawasan tersebut akan diajukan sebagai Kawasan Strategis Daerah (KSD) untuk mendorong penguatan industri yang menjadi identitas utama Jepara.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan rencana tersebut usai berdiskusi dengan masyarakat dalam program Bupati Ngantor di Desa Kecapi, Selasa (25/11). Ia menegaskan bahwa Pemkab ingin membangun kawasan tematik mebel yang selaras dengan kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna langsung kawasan.

“Desain kawasan harus mengikuti aspirasi warga. Masyarakat yang setiap hari menggunakan koridor ini harus didengar sepenuhnya,” ujar Bupati.

Tahun depan, Pemkab menganggarkan Rp 1 miliar dari APBD untuk penataan awal, sosialisasi, perizinan pendukung pengajuan KSD, serta pembangunan elemen fisik seperti lampu dan trotoar. Sementara itu, pengajuan anggaran ke pemerintah pusat diproyeksikan mencapai Rp 140 miliar.

Salah satu langkah penting adalah rencana menurunkan status Jalan Soekarno–Hatta menjadi jalan kabupaten, agar Pemkab lebih leluasa mengatur lalu lintas dan mendesain kawasan sebagai pusat aktivitas mebel. Perlintasan kontainer akan dialihkan ke jalur lain demi keselamatan dan kenyamanan.

Dalam skema besar pengembangan, kawasan mebel Jalan Soekarno–Hatta juga akan terkoneksi dengan pusat aktivitas mebel lainnya, termasuk Mulyoharjo yang tahun ini dianggarkan Rp 750 juta. “Semua ini untuk menopang wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Pemkab juga menggandeng konsultan dari Universitas Diponegoro (Undip) untuk menyusun master plan berbasis kearifan lokal. Usulan warga, termasuk penanaman pohon asem sebagai identitas historis Jepara, akan dimasukkan ke dalam konsep.

“Pemanfaatan lahan yang sudah ada akan dioptimalkan, dan penanaman pohon asem menjadi bagian dari identitas kawasan,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jepara Hery Yulianto menyampaikan bahwa seluruh konsep tengah dirangkum dalam satu master plan yang mencakup penataan jalan, area pedestrian, hingga pengaturan tampilan showroom mebel bertema klasik, kontemporer, atau modern. Pemerintah berperan sebagai pendorong agar kawasan ini menjadi kebanggaan Jepara.

Untuk mendukung konektivitas, Pemkab menyiapkan koordinasi lintas daerah terkait rencana Jembatan Kedungmalang—Demak, sekaligus pelebaran jalan koridor Jepara–Kedung termasuk pembebasan lahan di tikungan tajam. Hery menegaskan perlunya jalur baru karena jalur eksisting menuju Demak sudah padat permukiman.

“Harapannya, bersama-sama kita dapat membangun kawasan yang benar-benar menjadi kebanggaan daerah,” tandasnya.

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #mebel #Witiarso Utomo Bupati Jepara