Bupati Jepara Wiwit Ngebut Infrastruktur, Jalan Mulus Ekonomi Lancar
M. Khoirul Anwar• Minggu, 23 November 2025 | 04:24 WIB
MULUS: Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau salah satu titik perbaikan jalan.
Jepara — Bupati Jepara Witisrso Utomo tancap gas membenahi infrastruktur di seluruh penjuru kabupaten. Sejak awal 2025, berbagai pekerjaan perbaikan jalan, drainase, hingga jembatan digeber serentak di banyak titik. Alat-alat berat dan pekerja tampak bekerja hampir setiap hari. Dari Kecamatan Keling, Bangsri, Tahunan, Mayong, sampai Welahan. Jepara benar-benar memasuki fase percepatan pembangunan yang terasa nyata di lapangan.
Hasilnya sudah terlihat. Sebanyak 335 kilometer jalan berhasil dituntaskan, mendekati target 350 kilometer tahun ini. Total ada 128 ruas yang telah disikat dalam program perbaikan besar-besaran ini.
Amunisi Anggaran: Rp 40 Miliar + Pinjaman + Banprov
Pemkab Jepara menggelontorkan Rp 40 miliar anggaran infrastruktur pada 2025, dengan rincian:
Pembangunan drainase: Rp 12,3 miliar
Rehabilitasi jembatan: Rp 4,5 miliar
Pembangunan jalan: Rp 6,9 miliar
Pemeliharaan rutin dan berkala: ± Rp 11,3 miliar
Diperkuat dengan dana pengungkit:
Pinjaman daerah: Rp 86 miliar
Banprov: Rp 14,5 miliar
Tambahan dukungan Pemprov Jateng: ± Rp 37 miliar, termasuk overlay sejumlah jalan strategis sepanjang puluhan kilometer.
Dengan komposisi seperti ini, 2025 menjadi salah satu tahun dengan investasi infrastruktur terbesar bagi Jepara.
Bupati Witiarso Utomo: Konektivitas Kunci Penggerak Ekonomi
Bupati Jepara menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal memperhalus jalan, tetapi menggerakkan ekonomi.
“Jalan mulus membuat mobilitas warga lancar. Pengiriman mebel lebih aman, risiko kerusakan turun. Hasil pertanian cepat masuk pasar. Anak sekolah lebih mudah akses pendidikan. Wisatawan lebih nyaman datang,” tegasnya dalam beberapa agenda kunjungan lapangan.
Menurutnya, Jepara membutuhkan konektivitas antarkecamatan yang benar-benar optimal agar semua sektor ekonomi ikut bergerak.
Proyek Besar: Jembatan Kali Sengon Rp 3,37 Miliar
Di samping pekerjaan jalan, rehabilitasi jembatan juga menjadi prioritas. Salah satu proyek besar adalah Rehab Jembatan Kali Sengon senilai Rp 3,37 miliar, yang selama ini menjadi jalur penting masyarakat di kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi.
DPUPR: Warga Harus Ikut Menjaga
Kepala DPUPR Jepara, Hery Yuliyanto, menyampaikan bahwa pembangunan yang masif ini perlu diimbangi dengan partisipasi warga.
“Kalau drainase tersumbat, air hujan bisa melimpas ke jalan dan mempercepat kerusakan. Warga bisa membantu dengan membersihkan sumbatan kecil. Gotong royong ini penting agar infrastruktur bertahan lama,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah membangun, tetapi masyarakat harus ikut merawat.
Dampak Nyata Mulai Terasa
Pembangunan yang digeber ini membawa dampak langsung:
Mobilitas hasil panen lebih cepat dan hemat biaya.
Industri mebel bisa mengirim barang dengan risiko kerusakan yang jauh lebih rendah.
Akses sekolah di beberapa desa kini lebih mudah dijangkau.
Jalur wisata lebih nyaman sehingga mendukung sektor ekonomi kreatif.
Di sejumlah wilayah, warga mulai merasakan perubahan ritme ekonomi harian karena akses lebih mulus.
Bupati: Sabar, Semua Ruas Kebagian
Bupati kembali menegaskan bahwa pemerataan penanganan terus dilakukan. “Semua ruas akan mendapat giliran. Kami tuntaskan bertahap,” ujarnya.
Dengan progres 95 persen dari target tahun ini dan pengerjaan yang terus dikebut, wajah Jepara pelan tapi pasti berubah. Jalan mulus kini bukan sekadar janji—tetapi kenyataan yang tampak dari desa ke desa, dari ujung selatan hingga kaki Muria.