Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PLN UIK Tanjung Jati B Dorong Elektrifikasi Tambak, Produksi Bandeng Ujungwatu Meningkat Dua Kali Lipat

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 20 November 2025 | 16:48 WIB
Photo
Photo

JEPARA – Petambak bandeng di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, kini menikmati hasil nyata dari program elektrifikasi tambak.

Sejak jaringan listrik masuk pada 2022, produktivitas meningkat signifikan, dan kualitas ikan makin unggul.

Wiharsono, Sekretaris Pokdakan Sidomaju II, mengatakan bahwa sebelum adanya listrik, produktivitas tambak di wilayahnya hanya mencapai sekitar 8 kuintal per hektare.

Setelah listrik masuk dan kincir bisa beroperasi penuh, hasil panen meningkat hingga 2 ton per hektare.

“Dulu aerasi air kurang maksimal. Sekarang, dengan listrik yang stabil, sirkulasi air terjaga, oksigen cukup, dan pertumbuhan bandeng lebih cepat. Hasilnya pun bersih dan tidak berbau tanah,” ungkap Wiharsono.

Ia menambahkan, kehadiran listrik juga memudahkan penerapan teknologi baru seperti alat pakan otomatis dan sistem pemantauan kualitas air.

Inovasi ini membantu efisiensi kerja petambak dan menjaga kualitas ikan.

Khabib Anwar, Bendahara Pokdakan Sidomaju II, menambahkan bahwa para petambak di Ujungwatu dan Clering kini bernaung dalam Koperasi Bandeng Kalingga, yang mengelola kebutuhan pakan, pengolahan hasil, hingga pemasaran.

“Lewat koperasi ini, kami bisa saling bantu. Ada produk olahan seperti bandeng presto, abon, dan otak-otak, tapi memang masih perlu dukungan untuk memperluas pasar,” ujar Khabib.

Peran PLN UIK Tanjung Jati B: Elektrifikasi dan Pendampingan Pesisir

Peningkatan produktivitas tambak di Ujungwatu tak lepas dari dukungan PT PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B Jepara melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Program ini menargetkan elektrifikasi tambak pesisir serta pemberdayaan masyarakat perikanan agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Haris Fujiari Asman, perwakilan TJSL PLN UIK Tanjung Jati B, menjelaskan bahwa elektrifikasi menjadi fondasi penting dalam peningkatan hasil budidaya.

Selain itu, PLN UIK Tanjung Jati B juga aktif mendampingi pelaku usaha olahan hasil panen dan kegiatan lingkungan.

“Elektrifikasi membuat produktivitas melonjak. Kami juga dampingi UMKM olahan bandeng agar dapat nilai tambah, serta tanam mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir Ujungwatu,” katanya.

Selain mendukung infrastruktur listrik, PLN UIK Tanjung Jati B juga menggandeng BBPBAP Jepara, Unisnu Jepara, dan SMKN 1 Jepara dalam pengembangan teknologi budidaya modern.

Dukungan mencakup penggunaan alat pantau kualitas air berbasis digital dan pelatihan produksi pakan apung.

Bupati Jepara Tekankan Hilirisasi Produk Bandeng

Program elektrifikasi dan inovasi tambak di Ujungwatu mendapatkan apresiasi langsung dari Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar saat menggelar program Bupati Ngantor di Desa, Selasa (28/10).

Bupati Witiarso menegaskan bahwa pengembangan bandeng harus diarahkan pada hilirisasi produk, agar masyarakat tidak hanya mengandalkan hasil budidaya mentah.

“Kita dorong agar bandeng diolah menjadi berbagai produk, seperti presto dan sambal bandeng. Dengan begitu, nilai jualnya naik dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jepara, lanjutnya, siap membantu akses permodalan dan pendampingan melalui kerja sama dengan Bank Jateng dan Dinas Koperasi dan UMKM.

“Proposal usaha produktif segera diajukan melalui petinggi desa, nanti kita bantu lewat CSR agar bisa langsung dieksekusi,” tambahnya.

Bandeng Ujungwatu Menuju Brand Khas Jepara

Petinggi Ujungwatu, Sungatono, menyebutkan produksi bandeng di desanya kini mencapai sekitar satu ton per hari, dengan pemasaran hingga ke luar daerah seperti Semarang.

“Bandeng dari sini dikenal tidak bau tanah karena sistem air tambak kami mengalir. Harapannya, brand Bandeng Ujungwatu bisa jadi identitas baru Jepara, bukan hanya sebagai pemasok ke Juwana,” ujarnya.

Dengan kolaborasi antara petambak, PLN UIK Tanjung Jati B Jepara, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah, Desa Ujungwatu kini menjadi contoh pengembangan sektor perikanan yang produktif, inovatif, dan ramah lingkungan. (*)

Editor : Ali Mustofa
#bandeng #umkm #jepara #PLN UIK Tanjung Jati B #bupati #petambak #kualitas air #mangrove