Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Jepara Bakal Tata Wisata Berbasis Budaya di Nalumsari, Dari Wisata Alam Hingga Eduwisata Pembuatan Gebyok 

Fikri Thoharudin • Selasa, 18 November 2025 | 23:47 WIB
ASRI: Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau kebun buah di BBC Park Mojo pada Selasa (18/11).
ASRI: Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau kebun buah di BBC Park Mojo pada Selasa (18/11).

JEPARA - Pengembangan wisata di lingkup Kecamatan Nalumsari mulai memasuki babak baru. Kali ini sejumlah desa diproyeksikan menjadi kawasan wisata terpadu yang menggabungkan kekuatan alam dan budaya. 

Dalam program 'Bupati Ngantor di Desa' ke-22 atau ke-6 dalam putaran kedua yang berlangsung di BBC Park Mojo ini, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa pemerintah daerah menargetkan pengembangan wisata di Nalumsari dapat terealisasi pada 2027. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin fokus pada wisata berbasis alam dan karya ukir gebyok yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.

Bupati menyampaikan bahwa pembangunan wisata bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.

Disebutkan bahwa pelatihan dan pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya berlangsung asal digelar dan rampung.

Pihaknya menyampaikan bahwa pihak desa harus menyiapkan SDM yang dapat ternaungi dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), sementara pemerintah daerah bertugas memfasilitasi pelatihannya. 

Dalam kunjungannya, Mas Wiwit juga menyampaikan bahwa dari total 15 desa di Nalumsari, ada tujuh desa yang menjadi fokus utama pengembangan wisata.

Ia mengatakan bahwa wilayah timur Jepara akan menjadi pusat pengembangan eduwisata gebyok, karena gebyok tidak dimiliki oleh setiap kabupaten dan Nalumsari memiliki potensi kolektif antar desa penghasil UMKM.

Terkait infrastruktur, Bupati menuturkan bahwa beberapa pembangunan akan dilakukan secara bertahap.

Ia menjelaskan bahwa jembatan Dorang yang menjadi akses vital menuju Semarang direncanakan mulai dibangun pada 2027 dan akan diperlebar agar dapat dilalui dua arah.

"Termasuk jembatan yang diprioritaskan untuk meningkatkan akses ke Wana Wisata Sreni Indah. Jembatan Dorang pun sebenarnya masih bagus tetapi hanya bisa dilalui satu kendaraan sehingga perlu diperlebar menjadi dua arah," tegasnya.

Selain itu, Bupati juga menyinggung kebutuhan penerangan jalan di beberapa titik. Ia mengungkapkan bahwa penerangan di ruas Ngetuk–Bategede direncanakan digarap pada 2026, sedangkan lampu jalan di Gemiring Lor masuk dalam pokok pikiran tahun 2027. 

Ia menambahkan bahwa pembangunan gapura desa akan dipertimbangkan, tetapi saat ini pemerintah mendahulukan penyelesaian balai desa karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik. 

Bupati juga menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata Nalumsari.

Ia mengatakan bahwa pemerintah akan membantu promosi UMKM termasuk produk khas seperti kopi lokal, kluwo, susu kambing, dan produksi rebana. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko sebagai PIC program kali ini menyampaikan, bahwa Kecamatan Nalumsari memang akan diarahkan menjadi pusat eduwisata gebyok. 

Ia mengatakan bahwa pemda ingin membangun kolektivitas antar desa penghasil UMKM agar tercipta konektivitas yang saling mendukung pengembangan wisata.

Pihaknya menambahkan bahwa wisata alam dan buatan seperti BBC Park dan Wana Wisata Sreni akan dikembangkan bersama wisata edukasi pohon, buah, dan area bermain. Target launching wisata Nalumsari akan dilakukan pada 2027 dengan persiapan lahan dimulai pada 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum launching, SDM dan kelompok Pokdarwis akan dibentuk terlebih dahulu agar masyarakat siap saat wisata mulai berjalan. 

Edy menyampaikan bahwa sasaran wisatawan mencakup wisatawan lokal hingga mancanegara. Wisatawan lokal harus menjadi kekuatan utama dan pengembangannya diharapkan dapat mengikuti model destinasi seperti Bali yang mampu menarik wisatawan mancanegara.

Dengan berbagai rencana yang telah disusun, pemda berharap Nalumsari siap menjadi kawasan wisata terpadu yang mampu menghadirkan pengalaman alam, budaya, dan edukasi sekaligus ketika resmi diluncurkan pada 2027 mendatang.

"Untuk eduwisata gebyok bisa di beberapa desa, seperti Gemiring Lor, Gemiring Kidul, Blimbingrejo dan Jatisari," tandasnya.(fik)

 

Editor : Mahendra Aditya
#Nalumsari #jepara #wisata alam