JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo, hingga kini menempati satu kamar sederhana di rumah dinas lama dalam kompleks Pendapa Kabupaten Jepara.
Bangunan itu baru saja diresmikan fungsi barunya menjadi Museum RA Kartini pada Sabtu (15/11/2025).
“Untuk sementara kami menempati satu kamar yang tersisa di area lama. Pembangunan rumah dinas baru dilakukan bertahap sesuai kesiapan,” kata Bupati Witiarso, Senin (17/11/2025).
Sekretaris Daerah Jepara, Ary Bachtiar, mengatakan pemerintah daerah telah memulai tahap awal pembangunan fasilitas pendukung sebelum rumah dinas utama dibangun.
Pada 2025, fokus pekerjaan berada pada pembangunan satu lapangan tenis di belakang Pendapa Kabupaten.
“Saat ini satu lapangan sedang kami kerjakan. Jika anggaran memungkinkan, tahun depan bisa ditambah satu lapangan lagi,” ujar Ary.
Rumah dinas baru yang direncanakan mulai dibangun pada 2026 tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal bupati.
Menurut Ary, rumah dinas akan dirancang sebagai hunian terpadu yang juga memuat kantor dan ruang pelayanan publik tertentu.
Konsep ini tengah dimatangkan oleh tim perencana internal Pemkab Jepara.
Bupati Witiarso menekankan keinginan agar desain rumah dinas baru berpadu kuat dengan karakter budaya lokal.
"Nantinya terintegrasi dengan pendopo, dengan sentuhan filosofi Jawa yang kental. Bentuk bangunan dan tata ruang diharapkan mencerminkan identitas Jepara," jelas Ary.
Lokasi pembangunan direncanakan berada tepat di belakang Pendapa Kabupaten sehingga pusat aktivitas pemerintahan terintegrasi dalam satu kawasan.
Untuk memulai tahap pertama pada 2026, Pemkab telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp 4 miliar, mendekati Rp 5 miliar.
Penggunaan anggaran akan disesuaikan prioritas kebutuhan daerah.
Pemkab menargetkan kawasan pendapa ke depan menjadi pusat pemerintahan yang lebih representatif dan modern, namun tetap merefleksikan kekayaan budaya Jawa sebagai identitas Kabupaten Jepara.
Editor : Ali Mustofa