JEPARA - Putaran kedua Bupati Ngantor di Desa kembali digelar pada pekan ini. Pada Selasa (11/11) Desa Mindahan Kidul Kecamatan Batealit berkesempatan menjadi tuan rumah dalam program ini.
Bahasan mendasar dalam kegiatan tersebut ialah terkait dengan membuat Kecamatan Batealit sebagai bagian dari wisata alam terintegrasi.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, pihaknya berkomitmen mengembangkan wisata yang ada di Batealit. "Jadi kami ingin mengembangkan wisata yang ada di Batealit, karena dari pihak desa pun ingin adanya peningkatan untuk geliat wisata," ujarnya Selasa (11/11).
Menurutnya, Pihak Kecamatan pun juga telah membuat skema termasuk daftar harga paket-paket yang akan ditawarkan.
Bupati juga berencana untuk mengembangkan kambing boer di wilayah Kecamatan Batealit. Sebagai pelengkap wisata berbasis edukasi, disokong dengan pertanian dan peternakan warga setempat yang potensial.
"Kami juga ingin agar UMKM setempat dapat berkembang dan menyerap tenaga kerja lokal, seperti di pabrik kerupuk di sini," katanya.
Pada saat yang sama, Camat Batealit Yenny Diah Sulistiyani mengambung, untuk tahun depan, yakni tahun 2026, pihaknya akan fokus membesarkan wisata di lingkup Batealit. "Sehingga kami telah menyusun rencana paket wisata," ujarnya.
Objek yang ditawarkan pertama adalah transit di GOR setempat, Kali Ndayung, dan tempat wisata lain yang ada di Batealit.
Disebutkan, misalnya untuk paket harmoni short trip, seharga Rp350.000, meliputi rute rest area aula – hutan pinus Setro – Kali Ndayung.
Lalu, paket harmoni medium trip, seharga Rp400.000–450.000, meliputi rest area aula – hutan pinus Setro – Kali Ndayung – Bukit Somosari.
Kemudian paket harmoni long trip, seharga Rp700.000–750.000, meliputi rest area aula – hutan pinus Setro – Kali Ndayung – Bukit Somosari – wisata kopi.
"Jadi kami akan menggerakkan UMKM setempat, bersama dengan pemilik jeep," sambungnya.
Sementara itu, Sekda Jepara Ary Bachtiar menjelaskan, saat ini terdapat jalan terputus antara Desa Somosari dan Desa Batealit. Mengenai hal tersebut pihaknya telah membuat detail engineering design (DED) dan sejenisnya termasuk proyeksk pembangunan.
"Jalannya sudah ada, akan tetapi belum ada jembatan yang menghubungkan. Pak Bupati menghendaki agar hal ini segera diatasi," jelas Ary.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut sudah diusulkan kepada pemerintah pusat, dan telah dilakukan verifikasi lapangan.
"Ini anggarannya cukup besar. Rencananya sudah tahun ini, akan tetapi mungkin pelaksanaan tahun depan 2026, karena anggarannya di atas Rp10 miliar," jelasnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut penting supaya dapat menghubungkan dua desa, termasuk arena jalannya yang sebelumnya hingga kini memang melingkar.
Ary menyebutkan, pengecekan sudah dilakukan, bahkan desainnya sudah jadi, tinggal menunggu pelaksanaan pembangunan.
Dengan adanya jembatan ini, koneksi dua desa tersebut dapat terwujud, mobilitas masyarakat akan lebih mudah, dan ke depan dapat mendorong optimalisasi pariwisata.
Pada saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa Batealit, hal ini juga turut disinggung sejumlah hal. Bupati menekankan pentingnya integrasi wisata di lingkup Batealit.
Wilayah ini memiliki potensi wisata alam, sedangkan desa lain di sekitarnya mendukung sektor pertanian, industri, dan UMKM.
Penataan kawasan wisata juga menjadi perhatian. Rencana tersebut akan dihubungkan melalui paket-paket wisata yang telah disusun.
Bupati juga meminta agar masyarakat Desa Batealit terlibat dalam proses pengembangan wisata.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengupayakan bantuan tenda bagi UMKM sebagai bagian dari fasilitas penunjang kegiatan wisata.(fik)
Editor : Mahendra Aditya