JEPARA - Pemerataan layanan kesehatan di wilayah kepulauan Kabupaten Jepara, khususnya di Karimunjawa, masih membutuhkan perhatian serius.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara, Imam Subhi, yang menyoroti pentingnya pemenuhan Tenaga Kesehatan Desa (TKD) dan optimalisasi Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah kepulauan.
Menurutnya, sistem layanan kesehatan di Kecamatan Karimunjawa perlu diperkuat karena wilayah ini tidak hanya terdiri dari Desa Karimunjawa saja, tetapi juga mencakup beberapa desa lain seperti di Pulau Parang dan Nyamuk, yang jaraknya cukup jauh dari pusat kecamatan.
"Rawat inap hanya ada di Puskesmas Karimunjawa. Sementara untuk masyarakat di Parang dan Nyamuk, ketika membutuhkan layanan rawat inap atau rujukan, harus menempuh perjalanan laut yang tidak singkat," ungkapnya Jumat (7/11).
Ia menambahkan, hingga kini belum ada ambulans laut yang representatif untuk menunjang pelayanan rujukan antarpulau. Padahal, menurutnya, keberadaan ambulans laut sangat penting agar pelayanan kesehatan bisa lebih dekat dan cepat.
Diketahui pemenuhan layanan ambulans laut masih menunggu juknis untuk dapat dioperasikan, seperti di Pulau Parang.
"Kami perlu ambulans laut yang standar agar warga di Parang maupun Nyamuk bisa mendapat pelayanan rujukan yang layak," ujarnya.
"Selain itu, ini juga penting untuk menunjang pariwisata karena banyak wisatawan domestik dan mancanegara datang ke Karimunjawa. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat dilakukan penanganan pertama dengan cepat," jelasnya.
Dewan juga mendorong agar Puskesmas Karimunjawa memenuhi standar Kawasan Integrasi Pelayanan (KIP), mengingat kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.
Dengan fasilitas dan sumber daya kesehatan yang memadai, wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan bisa segera mendapatkan perawatan darurat sebelum dirujuk ke rumah sakit yang berada di darat.
Imam Subhi menilai, dari sisi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), Puskesmas Karimunjawa sebenarnya sudah cukup kuat.
Namun, keberadaan TKD dan Pustu di tingkat desa masih perlu dioptimalkan, terutama di desa-desa seperti Parang dan Nyamuk yang hingga kini belum memiliki tenaga perawat tetap.
"Selama ini, pelayanan Pustu masih disokong oleh tenaga dari Puskesmas Karimunjawa yang datang hanya pada hari-hari tertentu. Ke depan, kami mendorong agar setiap Pustu memiliki perawat dan bidan desa tetap," tegasnya.
Keberadaan tenaga kesehatan di setiap desa dinilai akan menjadi jembatan penting untuk pemetaan kesehatan masyarakat secara langsung, seperti pendataan warga yang menderita DBD, hipertensi, atau penyakit lain, serta melakukan pendidikan kesehatan di rumah dan sekolah.
Imam berharap, sebagaimana visi dan misi Bupati Jepara untuk mewujudkan 'Satu Perawat, Satu Bidan di Setiap Pustu' bisa segera terealisasi.
"Kesehatan adalah bagian fundamental dari produktivitas masyarakat. Selain pendidikan, peningkatan sarana prasarana dan SDM kesehatan juga harus menjadi prioritas," tandasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa