JEPARA – Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pembakuan busana adat pengantin khas Jepara yang digagas Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati Jepara.
Program ini dinilai penting sebagai langkah pelestarian identitas budaya daerah.
Audiensi antara DPC Harpi Melati dan Ketua DPRD Jepara berlangsung di Ruang Ketua DPRD, Selasa (4/11/2025).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan resmi Harpi Melati tertanggal 18 Agustus 2025 mengenai pembakuan konsep busana pengantin khas Jepara.
Ketua DPC Harpi Melati Jepara, Eny Rosidah, menjelaskan bahwa hingga saat ini Jepara belum memiliki standar baku busana pengantin adat yang dapat digunakan sebagai acuan resmi dalam tata rias dan uji kompetensi.
“Konsep yang kami kembangkan ada tiga, yaitu Pengantin Jumpara, Samudra Mulia, dan Retno Kencono. Pembakuan ini bertujuan agar Jepara memiliki identitas budaya yang jelas dalam tata rias pengantinnya,” jelas Eny.
Ia mengungkapkan, proses pembakuan membutuhkan tahapan kurasi hingga penyusunan dokumen standar, dengan estimasi biaya sekitar Rp80 juta per konsep.
Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menyampaikan apresiasi dan komitmen mendukung langkah Harpi Melati.
“Jepara luar biasa dengan potensi perempuannya. Upaya ini perlu didukung karena menyangkut pelestarian budaya dan kebanggaan masyarakat. DPRD siap memfasilitasi langkah-langkah strategis agar pembakuan ini dapat terwujud,” ujarnya.
Terkait pendanaan, Harpi Melati mengajukan estimasi kebutuhan sekitar Rp 200 juta. Agus Sutisna menyarankan penyusunan proposal rinci untuk diajukan melalui mekanisme hibah daerah.
“Silakan buat rencana anggaran terperinci dan ajukan proposal kepada Bupati. Kami siap bantu koordinasi dengan Bappeda agar dapat diproses dalam skema hibah 2027,” imbuhnya.
Perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara yang hadir juga menyatakan siap membantu penyusunan Surat Keputusan (SK) penetapan busana adat pengantin khas Jepara.
Dengan dukungan berbagai pihak, pembakuan diharapkan dapat segera terealisasi sebagai bagian dari pelestarian budaya dan penguatan identitas Jepara.
“Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. DPRD akan mengawal agar konsep pengantin khas Jepara menjadi warisan yang bernilai, dikenal, dan dibanggakan,” pungkas Agus Sutisna.
Editor : Ali Mustofa