JEPARA – Bunda Literasi Jepara, Laila Saidah Witiarso, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Festival Literasi Jepara 2025 yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Jepara, Selasa (28/10) hingga Kamis (30/10).
"Gerakan literasi tidak cukup hanya di sekolah atau perpustakaan. Harus dimulai dari rumah, dari keluarga.
Ketika anak-anak melihat orang tuanya membaca, di situlah kebiasaan itu tumbuh,” ujar Bunda Laila.
Ia juga mengapresiasi peran komunitas literasi, taman baca, dan para relawan yang telah menjadi motor penggerak budaya membaca di Jepara.
Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga jalan untuk membangun karakter dan kreativitas masyarakat.
Festival yang berlangsung selama tiga hari itu menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan kolaboratif.
Mulai dari penyerahan hadiah Lomba Perpustakaan Desa 2025, pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan, hingga fashion show literasi bertema buku dan kebudayaan lokal.
Sejumlah kegiatan menarik juga digelar di hari-hari berikutnya, seperti bedah buku, gelar wicara “Berkreasi dalam Literasi”, workshop Sanggar Sastra Jepara, serta pengukuhan Pengurus Daerah Forum TBM Jepara.
Festival ditutup dengan kegiatan read aloud, literasi menjaga bumi, dan penampilan band lokal yang menambah semarak suasana.
Kepala Diskarpus Jepara Edy Sujatmiko menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dan seluruh pihak yang berpartisipasi.
"Minat baca masyarakat Jepara tergolong sedang, tetapi terus meningkat.
Tahun 2024, kunjungan ke Perpusda mencapai 24 ribuan, hampir setara dengan kunjungan wisata.
Ini menunjukkan bahwa literasi sudah menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Edy menambahkan, Diskarpus akan terus memperkuat pembinaan dan pendampingan bagi perpustakaan wilayah dan taman baca masyarakat.
Ia juga menyoroti peran penting pemerintah desa dalam pengembangan literasi.
“Beberapa desa seperti Tegalsambi, Kedungcino, dan Margoyoso sudah menunjukkan komitmen besar terhadap literasi. Mereka memberi contoh bahwa desa juga punya peran penting dalam memajukan literasi,” tambahnya.
Melalui Festival Literasi Jepara 2025, semangat membaca kini semakin hidup di berbagai lapisan masyarakat. Dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga pemerintahan desa. Semua bergerak bersama untuk membangun Jepara sebagai kabupaten literasi yang maju dan inklusif.
Editor : Zainal Abidin RK