JEPARA - Rentetan hasil buruk yang dialami Persijap Jepara membuat para pendukung setianya menahan napas panjang.
Tim kebanggaan Kota Ukir itu kembali gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir. Meliputi tiga di kandang sendiri dan satu laga tandang.
Kekalahan terbaru terjadi saat Persijap bertandang ke markas Bhayangkara FC, Senin (27/10) sore, di mana skuad Laskar Kalinyamat takluk 0–2.
Sebelumnya, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (19/10) malam, Persijap juga tumbang tipis 1–2 dari Bali United FC pada pekan ke-9 BRI Super League 2025/2026.
Derita itu menambah panjang daftar kegagalan tim asuhan Mário Lemos dalam meraih poin penuh di kandang sendiri. Sebelumnya, mereka juga dibekuk Persita Tangerang 1–2 pada Minggu (21/9) dan ditundukkan Persik Kediri 0–2 pada Sabtu (27/9).
Meski kondisi tim sedang terpuruk, semangat dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah tetap menyala.
Sebagai bentuk kepedulian, jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara bersama perwakilan suporter menggelar slametan dan doa bersama di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Selasa (28/10).
Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa doa bersama itu diadakan semata-mata untuk memanjatkan harapan agar Persijap kembali bangkit.
"Intinya kami mengadakan doa bersama, mendoakan pemain dan Persijap agar diberi kemenangan," ungkapnya saat dikonfirmasi Rabu (29/10).
Menurutnya, dalam pertandingan memang, kadang tim dapat berhasil, kadang tidak. Akan tetapi pihaknya berharap ke depan skuad Laskar Kalinyamat bisa kembali memetik kemenangan demi kemenangan.
"Bisa bermain lebih bagus, dan bermental pemenang seperti saat melawan Persib Bandung lalu," sebutnya.
Gus Hajar menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mencampuri urusan teknis seperti taktik, formasi, atau keputusan pelatih dan manajemen.
Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan moril agar Persijap bisa segera keluar dari masa sulit ini.
"Urusan pemain dan formasi adalah ranah pelatih serta manajemen. Pemkab hanya bisa mendukung dan mendoakan," tegasnya.
Acara slametan yang digelar sederhana namun penuh makna itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat hingga perwakilan kelompok suporter.
Suasana khidmat menyelimuti stadion saat doa dipanjatkan, diselingi harapan agar Laskar Kalinyamat bisa kembali menunjukkan taringnya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Para suporter juga berharap momentum kebersamaan ini menjadi titik balik bagi tim untuk bangkit.
Kini, seluruh mata tertuju pada laga berikutnya. Masyarakat Jepara menanti apakah doa dan semangat yang telah digelorakan mampu mengubah nasib tim kesayangan mereka, dan membawa kembali gairah kemenangan ke Stadion Gelora Bumi Kartini.
Persijap Jepara terjadwalkan akan menjamu Malut United pada Senin (3/11) sore.(fik)
Editor : Ali Mustofa