JEPARA – Investor asal Tiongkok, Korrun Group, resmi membuka pabrik barunya di Kabupaten Jepara.
Kawasan Industri PT Formosa Bag yang berlokasi di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin (27/10).
Investasi ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sektor industri padat karya di Jawa Tengah sekaligus membuka peluang kerja bagi ribuan masyarakat lokal.
Hadir dalam peresmian tersebut, Chairman Korrun Group Fan Jin Song, Komisaris Korrun Group Rahayu Saraswati, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Bupati Jepara Witiarso Utomo, serta perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, perwakilan asosiasi pekerja Jawa Tengah.
Unsur Forkopimda Jepara, Camat Mayong, Kepala Desa Sengonbugel, dan jajaran manajemen Korrun Group Indonesia.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut, investasi Korrun Group menjadi salah satu yang terbesar di Jepara saat ini.
“Prioritas utama kami adalah penyerapan tenaga kerja. Sampai September 2025, sudah terserap sekitar 14 ribu tenaga kerja dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pabrik baru PT Formosa Bag di Mayong diperkirakan akan menyerap 3.000 hingga 6.000 karyawan tambahan.
“Saya berharap sebagian besar tenaga kerja berasal dari Jepara agar dampak ekonominya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga menyinggung soal keterbatasan lahan industri di wilayahnya.
“Banyak investor ingin masuk, tetapi mencari lahan luas di satu kawasan masih sulit. Karena itu, tahun depan kami akan usulkan pembaruan tata ruang wilayah agar Jepara bisa membentuk sentra-sentra industri baru,” jelasnya.
Chairman Korrun Group, Fan Jin Song, mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi basis produksi terbesar bagi perusahaannya, dengan total 23 ribu dari 30 ribu karyawan global.
“Pabrik yang kami resmikan di Jepara berdiri di atas lahan seluas 450.000 meter persegi. Ke depan, kami menargetkan dapat menyerap hingga 40 hingga 50 ribu tenaga kerja seiring peningkatan kapasitas produksi,” ujarnya.
Fan menjelaskan, sejak berdiri di Indonesia pada 2018, Korrun Group telah mengoperasikan lima pabrik modern yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Barat, termasuk di Grobogan, Jepara, dan Bekasi.
“Kami memulai dari produksi tas, kemudian berkembang ke tekstil, koper, garmen, dan pakaian jadi. Semua ini berkat kerja sama yang baik antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, perusahaan berkomitmen untuk mengembangkan SDM lokal melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri juga menjadi sarana bagi masyarakat lokal untuk berkembang dan berdaya saing global,” tegasnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas langkah Korrun Group berinvestasi di Jepara.
“Investasi seperti ini sangat strategis. Selain membuka lapangan kerja besar-besaran, juga membantu pemerintah menekan angka kemiskinan,” ujarnya.
Menurut Luthfi, Jawa Tengah merupakan daerah yang sangat kondusif untuk investasi.
“Kalau tidak investasi di Jawa Tengah, rugi. Tidak pernah ada konflik komunal, SDM kami kompetitif, perizinan mudah, dan setiap penanaman modal akan dikawal langsung oleh pemerintah,” tegasnya.
Ia menambahkan, investasi bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan sosial.
“Ujung pembangunan yang kami lakukan adalah kesejahteraan masyarakat. Ukurannya jelas, bagaimana angka kemiskinan bisa terus turun,” tandasnya.
Dengan beroperasinya pabrik baru PT Formosa Bag di Jepara, Korrun Group memperkuat posisinya sebagai salah satu investor asing terbesar di Jawa Tengah.
Langkah ini diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi lokal, memperluas kesempatan kerja, serta memperkokoh peran Jawa Tengah sebagai pusat industri tekstil dan padat karya nasional.
Editor : Ali Mustofa