Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Jepara Mengajak Santri Berjihad Lawan Narasi Negatif soal Pesantren pada Peringatan Hari Santri Nasional 2025

Fikri Thoharudin • Rabu, 22 Oktober 2025 | 23:48 WIB
KHIDMAT: Para santri ikuti upacara peringatan Hari Santri di Halaman Setda Jepara Rabu (22/10).
KHIDMAT: Para santri ikuti upacara peringatan Hari Santri di Halaman Setda Jepara Rabu (22/10).

Jepara - Insan pesantren beserta jajaran Pemkab Jepara melakukan upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Jepara pada Rabu (22/10). 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak para santri untuk jihad melawan narasi negatif seputar pesantren. Serta meningkatkan ghirah untuk berprestasi dalam minat dan bakat masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bagian peringatan terhadap momentum penting untuk memperkuat semangat keislaman, kebangsaan, dan peran santri dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Bupati Jepara Witiarso Utomo, memimpin langsung jalannya upacara. Diikuti dengan Forkopimda, tokoh ulama, serta ratusan santri dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Jepara. 

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan dari Baznas Jepara, meliputi Santunan Yatama, Bantuan Santri Kurang Mampu, serta Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah (Madin). 

Termasuk penghargaan kepada para santri berprestasi. Antara lain yakni Hafalan Alfiyah, Lomba vlog tingkat MTs/SMP dan MA/SMA/SMK, Lomba murottal tingkat SD/MI.

Kemudian Lomba khitobah tingkat RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA/SMK, Santri Award untuk kategori bidang pendidikan, kewirausahaan, dan sosial.

Dengan semangat Hari Santri Nasional 2025, Bupati berpesan agar para santri Jepara terus memperkokoh peran sebagai generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya guna bagi masyarakat dan bangsa.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menekankan pentingnya peran santri dalam menyikapi arus informasi di era digital. 

Pihaknya menyoroti fenomena konten negatif yang saat ini sedang trending terkait isu pesantren yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

"Akhir-akhir ini kita melihat hal-hal yang tidak baik seperti halnya konten-konten yang berseliweran menarasikan pesantren. Jika kita hanya melihat tanpa memahami ilmu yang diberikan para ulama atau kiai kita, yang terjadi adalah Fear of Missing Out (Fomo)," ucapnya.

Bupati menyampaikan, santri yang memiliki bekal ilmu agama harus mampu menjadi penjaga moral di tengah derasnya arus informasi. 

Santri yang sudah berilmu harus mampu memberikan pemahaman ketika melihat konten yang narasinya tidak baik atau merendahkan kiai maupun pesantren. 

"Kita harus menjelaskan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan para ulama," jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan kiai dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan bangsa.

"Hari ini kita memperingati Hari Santri untuk mengingatkan kembali perjuangan para ulama dan kiai kita. Mereka bukan hanya guru agama, tetapi juga pejuang yang ikut membangun negeri ini," ringkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #negeri #kemerdekaan #hsn #Santri