JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tampak serius dalam merealisasikan rencana pengalihan Museum RA Kartini.
Pengalihan dari lokasi Museum RA Kartini yang berada di kawasan Alun-Alun Jepara I, akan dipindah menuju Jalan Kartini nomor 1 atau di Pendapa Kabupaten Jepara.
Bupati Jepara Witiarso Utomo telah membuat payung hukum, dengan menerbitkan surat keputusan (SK) Bupati tertanggal 18 Oktober 2025.
Termaktub jelas dalam SK Bupati Jepara Nomor 4321.1/3268 tentang Penetapan Museum RA Kartini Jepara diputuskan bahwa Museum RA Kartini yang sebelumnya berada di Jalan Alun-Alun Nomor 1, Kelurahan Panggang, Kecamatan Jepara menjadi berkedudukan di Pendopo Kabupaten Jepara di Jalan Kartini Nomor 1, Kelurahan Panggang.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan usai penetapan SK tersebut, pihaknya tengah melakukan persiapan teknis untuk pelaksanaan pemindahan lokasi museum.
"Sudah kami SK-kan. Kami sedang mempersiapkan, mudah-mudahan ini menjadi langkah awal supaya bisa mendapat perhatian dari pemerintah pusat," sebutnya Selasa (21/10).
Kendati demikian, pihaknya mengaku belum merinci kebutuhan anggaran untuk melakukan penataan terhadap bangunan cagar budaya tersebut.
"Kami belum menganggarkan biaya pemindahan museum, tapi untuk persiapan ke sana akan segera diajukan," imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Ali Hidayat melalui Kabid Kebudayaan Muhamad Adjib Ghufron menyampaikan bahwa rencana pengalihan Pendapa Kabupaten Jepara menjadi Museum tersebut tak ubahnya sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan.
Hemat kata, merevitalisasi fungsi cagar budaya sebagai edukasi sejarah, penguatan identitas lokal, daya tarik wisata, sarana ekonomi (pariwisata dan ekonomi kreatif). Serta rekonsiliasi nilai-nilai sejarah.
Hal tersebut akan menyibak anggapan bahwa bangunan cagar budaya yang menjadi tempat lahirnya gagasan progresif Kartini tersebut merupakan tempat yang eksklusif.
"Ini merupakan kebanggaan dari Jepara untuk Indonesia, bahkan dunia. Karena di tempat inilah, ide-ide soal pemajuan perempuan digagas oleh Kartini semasa berada dalam kamar pingit," sambungnya.
Pada saat yang sama, pemanfaatan serta pemajuan objek kebudayaan tersebut akan menjadi sarana untuk memproduksi pengetahuan, sekaligus upaya pelestarian terhadap nilai-nilai yang telah melekat terkait dengan Kartini.
"Dalam waktu dekat, pak Menteri Kebudayaan rencananya juga akan ke sini, ini momen yang pas. Semoga pengalihan fungsi pendapa sebagai salah satu pusat pemerintahan menjadi museum ini dapat lebih mengenalkan wajah Jepara di mata dunia. Apalagi, kerja-kerja kebudayaan juga menjadi indikator kinerja utama bagi Bupati," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya