Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menuju Pemerataan Pembangunan, Jepara Perkuat Desa sebagai Poros Pertumbuhan

Redaksi Radar Kudus • Senin, 20 Oktober 2025 | 17:02 WIB

 

SENI: Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar mengukir saat Ngantor di Desa Krapyak, Tahunan.
SENI: Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar mengukir saat Ngantor di Desa Krapyak, Tahunan.

JEPARA – Langkah Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mewujudkan pemerataan pembangunan kini semakin tampak.

Melalui program Bupati Ngantor di Desa, jajaran pemerintah daerah turun langsung mendengar aspirasi warga, meninjau potensi desa, dan memastikan pembangunan tidak lagi terpusat di perkotaan.

Program ini menjadi wujud nyata dari komitmen Pemkab Jepara membangun dari pinggiran dan menumbuhkan kemandirian desa.

Kegiatan terbaru yang digelar pada putaran kedua di Desa Kaligarang Kecamatan Keling diarahkan pada pengembangan ekowisata serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Perhutani agar kebijakan pengelolaan lahan dapat mendukung sektor pertanian-pariwisata, tanpa meninggalkan upaya konservasi,” ungkap Hasannudin Hermawan selaku Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jepara.

Pemkab Jepara menekankan pentingnya penyelarasan program desa dengan rencana pembangunan tahun 2026–2028, agar hasilnya lebih optimal dan tidak tumpang tindih antar sektor.

Hasannudin Hermawan yang juga selaku Kepala BPKAD Jepara menilai, program Ngantor di Desa membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan.

“Dari seri pertama hingga saat ini, ada progres yang terlihat, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil kunjungan ke Desa Kaligarang misalnya, menemukan potensi besar di sektor peternakan ayam dan budidaya jamur.

“Kalau dikelola serius dan melibatkan pemuda, bisa jadi usaha baru yang direplikasi di desa-desa lain,” ungkapnya.

Menurut Hasannudin, pendekatan tematik seperti di Keling yang diarahkan menjadi kawasan ekowisata dapat menjadi model pengembangan bagi kecamatan lain.

Setiap wilayah diharapkan memiliki maskot dan pionir unggulan yang dapat diangkat sebagai identitas ekonomi lokal.

Dengan strategi tersebut, Jepara terus memperkuat arah kebijakan pemerataan pembangunan. Dari pusat hingga pinggiran, desa kini menjadi poros utama pertumbuhan dan masa depan pembangunan daerah. (fik/war)

Editor : Ali Mustofa
#aspirasi warga #ekowisata #pemkab #Bupati Ngantor di kantor desa #pembangunan