JEPARA - Ratusan alat mesin pertanian (alsintan) kembali digelontorkan kepada kelompok tani di Kabupaten Jepara. Hal tersebut sebagai upaya untuk mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat program ketahanan pangan nasional.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Agus Bambang Lelono melalui Kepala Bidang Sarpras dan Penyuluhan Mudhofir menjelaskan, bantuan alsintan tersebut berasal dari dua sumber pendanaan, yakni APBN dan APBD tahun 2025.
Dari APBN, Jepara menerima bantuan senilai sekitar Rp6,487 miliar berupa. Meliputi combine harvester sebanyak tiga unit, traktor roda dua 32 unit, traktor roda empat crowler tiga unit, traktor roda empat delapan unit.
Lalu mesin tanam padi 13 unit. Pompa air 25 unit. Serta hand sprayer 50 unit.
Sementara itu, dari APBD Kabupaten Jepara, dialokasikan tambahan alsintan senilai Rp181,4 juta. Meliputi hand traktor roda dua sebanyak lima unit, pompa air 4 inch sebanyak satu unit.
"Total nilai bantuan mencapai Rp6,6 miliar," ungkapnya Kamis (16/10).
Mudhofir menyebutkan, penerima bantuan sebanyak 100 lembaga tani, terdiri dari kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), serta unit pelayanan jasa alat mesin pertanian (UPJA).
“Semua penerima wajib terdaftar di database Kementerian Pertanian atau database dinas melalui SIMLUHTAN, dan aktif dalam kegiatan pertanian,” jelasnya.
Proses penyaluran dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal dropping dari pemerintah pusat.
Tahap pertama telah dilakukan pada 2 Juli, tahap kedua pada 17 Juli, sedangkan tahap ketiga ditargetkan rampung pada Oktober ini, bersamaan dengan penyelesaian kelengkapan administrasi.
Sedangkan untuk bantuan dari APBD, seluruhnya telah tersalurkan 100 persen pada bulan Oktober.
Menurut Mudhofir, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung petani di lapangan.
“Tujuan utamanya adalah mendorong ketahanan pangan nasional, khususnya pada sektor padi. Selain itu, mekanisasi pertanian diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam proses budidaya dan panen,” ujarnya.
Setiap kelompok penerima mendapatkan satu unit alat sesuai peruntukan, kecuali untuk hand sprayer yang diberikan sebanyak lima unit per kelompok.
Dengan dukungan ini, diharapkan para petani semakin produktif dan mampu memperkuat kemandirian pangan daerah.(fik)
Editor : Mahendra Aditya