Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gelar Market Entry Pemkab Jepara Tambah Fasilitasi Kepesertaan, Siap Ikuti Pameran Galeri Nasional dan Dubai

Fikri Thoharudin • Kamis, 4 September 2025 | 21:13 WIB

SINERGIS: Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama dengan pengurus Kadin dan HIMKI melakukan persiapan pameran TATAH, IFEX dan INDEX di Gedung Shima pada Kamis (4/9).
SINERGIS: Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama dengan pengurus Kadin dan HIMKI melakukan persiapan pameran TATAH, IFEX dan INDEX di Gedung Shima pada Kamis (4/9).

JEPARA - Para pelaku usaha mebel dan ukir di Jepara melakukan market entry 2026. Kegiatan ini dilakukan di Gedung Shima kompleks Setda Jepara pada Kamis (4/9). 

Diikuti oleh berbagai organisasi, mulai dari HIMKI Jepara Raya, KADIN, HIPMI, APKJ, Jepara Gerak, Komunitas Ukir Jepara, dan lainnya.

Ketua DPD HIMKI Jepara Raya, Hidayat Hendra Sasmita menyebutkan bahwa market entry diadakan sebagai bagian dari strategi pemasaran dan rencana untuk membawa produk atau layanan ke pasar baru. 

Baca Juga: Usai DPRD Jepara Dijarah & Dibakar, Aparat Diperbolehkan Turun dengan Peluru Karet Hadapi Massa Anarkis

Menurutnya, di tahun mendatang akan diadakan pameran bergensi, baik tingkat nasional maupun internasional.

Di antaranya seperti Pameran Ukir Jepara TATAH akan digelar pada 17 April - 17 Mei 2026 di Galery Nasional Jakarta. Kemudian Indonesia International Furniture Expo (IFEX) digelar 5-8 Maret 2026 di ICE BSD Tangerang.

Termasuk Interior Design and Furniture Exhibition (INDEX) Dubai digelar pada 2-4 Juni 2026 di Dubai World Trade Centre (DWTC).

Menurutnya, Pemkab Jepara juga telah memfasilitasi para pelaku usaha. Bahkan dalam pameran INDEX di Dubai. 

Hal tersebut menjadi satu ikhtiar bagi Jepara agar dapat semakin dikenal sebagai pusat mebel dan ukir dunia, yang akan memberikan berdampak terhadap perekonomian daerah.

"Pelaku usaha ukir mebel furniture sangat terbantu dengan upaya ini. Tak hanya pelaku ekspor tapi juga para perajin serta memperkuat daya saing UMKM," tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, visitor growth (peningkatan pengunjung) setiap pameran seperti di IFEX juga menunjukkan tren positif. Pada 2022, 8000. 2023, 12.118. 2024, 13.730. Serta 2025, 14.507.

Baca Juga: Lakukan Peninjauan Ruangan Sekolah Rakyat Jepara, Pembelajaran Dimulai Pertengahan September

Pasar yang sedang dibidik ialah Pasar Amerika, Eropa, Afrika, Asia, Oceania hingga Timteng.

Saat ini juga sedang berupaya untuk menjajaki pasar baru. Dari Benua Amerika yang sebelumnya hanya. USA dan Canada.

Pada 2026 mengincar Peru, Mexico City, Chile, Uruguay, Venezuela, Argentina, Guatemala, Panama, Belize, Honduras, Nicaragua, Puerto Rico, Jamaica, Dominican Republic, Cayman Island, Cuba dan Grenada.

Benua Eropa, sebelumnya menyasar di UK, French, Germany, Belgium, the Netherlands, Spain, Italy, Turkiye. Pada 2026, Poland, Russia, Ukraine, Slovakia, Denmark. 

Target promosi sebelumnya di Benua Afrika, Egypt, Nigeria, dan Afrika Selatan. Nantinya pada 2026 ditargetkan juga menyasar Mauritius, Ethiopia, Angola, Senehal, Kenya, Tunisia, Morocco, Namibia.

Baca Juga: Seniman Lakukan Aksi Merespon Insiden Pembakaran Gedung DPRD Jepara

Kemudian Benua Asia, Oceania dan Timteng yang sebelumnya hanya China, India, Australia, Japan, Malaysia, Singapore.

Pada 2026, South Korea, UAE, Saudi Arabia, Kuwait, Oman, Bahrain, New Zeeland, Brunei.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa pihaknya berharap hal tersebut dapat memantik pemajuan perekonomian di Kabupaten Jepara.

"Di sini, dipamerkan tidak hanya produk mebel saja, tapi juga karya seni. Sehingga penting untuk menggarap sisi historis, karena yang dijual juga narasi di balik produk," sebutnya. 

Hal tersebut, tentunya dapat menggerakkan roda ekonomi. Khususnya dalam ekosistem kreatif melalui seni ukir dan mebel.

"Bagi para pelaku usaha ini juga perlu berbagi bagian dari masing-masing komponen. Untuk bisa memajukan mebel dan ukir. Seperti mengajari cara berhitung atau membuat desain produk, referensi alat dan mesin," jelasnya. 

Menurutnya fasilitasi seperti di IFEX juga bertambah dari yang mulanya 10 pihak pada 2025, tahun 2026 menjadi 20 pelaku isaha. Termasuk 8 pihak yang akan turut mejeng produk di INDEX Dubai.

"Proses kurasi akan melibatkan kurator profesional. Apakah yang ikut sudah sesuai dengan skala produksi (ekspor, Red), termasuk secara kualitas. Harapannya ketika pengunjung atau buyer melihat produk saat pameran, iki lho Jepara (The World Carving Center, Red) tandasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#indEX #jepara #dubai #ifex #mebel #ukir jepara