Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Stadion Gelora Bumi Kartini Bisa Dikelola Persijap? Ini Jawaban Pemkab Jepara

Fikri Thoharudin • Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:10 WIB
MEWAH: Stadion GBK Jepara yang juga dijadikan sebagai lapangan pertandingan Super League 2025/2026.
MEWAH: Stadion GBK Jepara yang juga dijadikan sebagai lapangan pertandingan Super League 2025/2026.

JEPARA - Manajemen Persijap berkeinginan untuk dapat mengelola Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) termasuk Stadion Kamal Djunaidi Jepara.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Ary Bachtiar.

Menurutnya, bahasan tersebut telah bergulir cukup lama. Apalagi kini Persijap Jepara yang telah kembali ke Liga I, memerlukan training center yang memadai. 

Sementara waktu, tempat latihan rutin Laskar Kalinyamat biasa dilakukan di Lapangan Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan.

"Dua-duanya, (Persijap) ingin mengelola Stadion Kamal Djunaidi dan GBK. Tapi pengelolaan aset negara tidak mudah, perlu proses panjang. Skemanya bisa kerja sama pengelolaan (KSP) atau sewa," ungkapnya.

Ary Bachtiar menyebutkan, saat ini GBK Jepara masih dalam masa persewaan terhadap Persijap.

"KSP sendiri waktunya bisa sampai 30 tahun, sedangkan sewa per lima tahun. Kami belum bertemu secara khusus (dengan manajemen Persijap, Red). Tapi sudah kami sampaikan terkait pola-pola tersebut, Persijap belum memberikan jawaban pasti kepada Pemda," terangnya.

Tak hanya itu, belum lama ini, Pemda Jepara juga telah melakukan studi banding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Diharapkan hasil tersebut, dapat diaplikasikan di Kabupaten Jepara.

"Saat ini kami masih mengkaji, karena tidak serta merta bisa langsung disewakan atau KSP-kan. Perjanjian kerjasama ini menunggu appraisal dari Pemkab," ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya merasa senang jika stadion tersebut dikelola oleh pihak ketiga. Lantaran biaya perawatan ataupun perawatan cukup berat. Seperti pembiayaan listrik yang cukup besar.

"Kalau di-KSP akan lebih baik. Tahun ini baru appraisal anggaran APBD perubahan. Menilai berapa, kalau disewakan pihak ketiga. Kita tunggu akhir tahun 2025, hasilnya untuk dibahas bersama Manajemen Persijap," jelasnya.

Menurutnya, apabila jadi dilakukan KSP, pengelolaan selama kurun waktu tersebut menjadi kewenangan Persijap.

"Tergantung Persijap, utamanya memang harus punya training center, karena selama ini latihan rutin di Lapngan Telukwetan. Jaraknya cukup jauh (dari kota, Red). Sehingga mereka ingin mengelola Stadion Djunaidi," ujarnya.

Akan tetapi, pada saat yang sama di stadion tersebut, juga biasa dimanfaatkan oleh masyarakat, klub sepakbola amatir atau Askab PSSI Jepara.

"Selama ini digunakan oleh masyarakat, klub amatir, SSB, Askab. Jadi bisa berbagi. Persijap sendiri tawarannya ingin membangun total, sedangkan untuk GBK ingin ditambah fasilitas. Termasuk tribun, atau tenan-tenan yang standar FIFA, supaya safety dalam melakukan pertandingan home," terangnya.

Kendati demikian, proses pengelolaan aset oleh pihak ketiga tersebut harus rinci. "Masalah aset ini jadi pelajaran, pengelolaan aset negara harus hati-hati. Agar tidak menyebabkan kerugian negara," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#FIFA #persijap #laskar kalinyamat #Pemkab Jepara #sepakbola #Liga I