JEPARA - Tim dosen dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara dan Universitas YPPI Rembang (UYR) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat dengan fokus meningkatkan efisiensi produksi industri furnitur lokal.
Tim ini terdiri dari Nur Aeni Widiastuti (Dosen Teknik Informatika), Achmad Zainudin (Dosen Desain Produk), Zaenal Arifin (Dosen Teknik Elektro), Muhammad Choiru Zulfa (Dosen Teknik Industri), dan Agustina Widodo (Dosen Manajemen).
Kegiatan ini juga didukung oleh empat mahasiswa, yaitu Pingkan Nova Amanda, Ahmad Azhar Basyar, Dany Akmalun Ni’am, dan Adib Bakhitah Wijaya.
Mitra dalam kegiatan ini adalah IDesign Furniture dan Srijaya Indofurniture Jepara.
Program pengabdian meliputi pelatihan teknologi steam berbasis Internet of Things (IoT), pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan penggunaan aplikasi invoice, pemberian alat, pendampingan, serta monitoring, dan evaluasi.
Salah satu permasalahan yang dihadapi mitra adalah proses pembuatan produk kayu lengkung yang selama ini menggunakan teknik sambungan, sehingga membutuhkan lebih banyak bahan baku.
Pada IDesign Furniture, proses pelengkungan kayu dilakukan dengan teknik steam manual, yaitu merebus kayu di drum selama 4–6 jam sebelum dibentuk.
Meskipun teknik ini lebih hemat bahan, prosesnya masih memiliki risiko tinggi karena tidak dilengkapi sistem monitoring dan control, bahkan pernah terjadi insiden kebakaran.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdi memberikan inovasi berupa alat steam berbasis IoT yang dapat mengatur suhu, tekanan, serta melakukan monitoring proses secara real-time.
Dengan teknologi ini, proses pelengkungan kayu menjadi lebih aman, efisien, dan terkontrol.
Kegiatan ini didanai oleh DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2025.
Diharapkan, pelatihan, pemberian alat dan pendampingan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan mitra, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing produksi furnitur lokal di Jepara.
Editor : Ali Mustofa