JEPARA - Kondisi armada pemadam kebakaran di Kabupaten Jepara membutuhkan sentuhan perbaikan.
Sementara itu, anggaran untuk perawatan tipis. Pada saat yang sama perlu tambahan armada untuk meningkatkan kerja-kerja pemadaman api jika terjadi peristiwa kebakaran.
Kasi Penanggulangan Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Jepara Najamudin Eka Sasmaka, menyebutkan bahwa saat ini hanya tersisa sekitar Rp 5 juta untuk perawatan.
"Memang saat ini sedang mengalami efisiensi. Kejadian kebakaran dari Januari hingga Agustus ini sudah ada 68 peristiwa. Sedangkan di tahun 2024 lalu 149 kejadian. Didominasi kebakaran oven kayu," ujarnya.
Menurutnya, untuk beli BBM pun tidak bisa langsung full tangki dalam satu waktu. Pada saat yang sama, kontrol BBM juga ketat ketika saat pergantian piket.
"Sampai nanti bulan Desember masih sekitar Rp 50 juta. Tipis, tapi semoga sampai akhir tahun nanti masih cukup," ujarnya.
Menurutnya, saat ini terdapat setidaknya 3 pos pemadam. Yakni di Bangsri, Kalinyamatan dan Mako area Kota.
"Di Bangsri ada 1 armada, di Kalinyamatan ada 1 armada. Yang di Mako ada 5 unit, 2 di antaranya merupakan armada supplai (air, Red)," ujarnya.
Naja menyebutkan bahwa saat ini membutuhkan tambahan armada agar menjangkau setiap skop daerah di Kabupaten Jepara.
"Idealnya perlu penambahan dua unit baru, untuk ditempatkan di daerah yang rawan terjadi kebakaran dan secara geografis luas. Seperti di Kalinyamatan itu membawahi Welahan, Kedung, dan Mayong, Nalumsari," ucapnya.
Di samping itu, juga perlu dilakukan pembuatan sumur baru, lantaran sumur yang saat ini digunakan untuk supplai air telah berair payau campur asin.
"Sehingga cepat menyebabkan korosi pada armada," ringkasnya.
Pihaknya berharap, agar kondisi tersebut bisa mendapatkan perhatian dari pemangku kebijakan secara serius.
"Masyarakat juga agar dapat meningkatkan kesadarannya, seperti melengkapi gudang dengan APAR maupun APAB. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada penanganan pertama sebelum Damkar datang," tandasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa