JEPARA - Perumda Aneka Usaha Kabupaten Jepara akhirnya memiliki jajaran Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) baru.
Sebagaimana diketahui, seperti jabatan Direktur Utama telah beberapa bulan kosong, lantaran Nur Cholis yang sebelumnya mengemban jabatan itu telah purna tugas.
Bupati Kabupaten Jepara, Witiarso Utomo berkesempatan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan terhadap Direksi dan Dewas di Ruang Kerja Bupati Kompleks Setda Jepara pada Selasa (12/8) pukul 12.45.
Bupati turut didampingi oleh Sekda Jepara Ary Bachtiar. Serta dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).
Wike Dwi Utomo yang sebelumnya selaku Dewas, resmi diangkat menjadi Dirut Perumda Aneka Usaha Kabupaten Jepara.
Dibantu oleh Direktur Utama Nur Kholis. Kemudian Dewas dari unsur independen Edy Prayitno dan Dewas dari kalangan pejabat pemerintah daerah (ASN) Eriza Rudi Yulianto.
Sekda Jepara, Ary Bachtiar menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan BUMD.
"Jadi pansel sudah melaksanakan proses seleksi Direksi dan Dewas Perumda Aneka Usaha. Alhamdulillah siang ini, sudah diserahkan SK oleh Pak Bupati," ungkapnya.
Menurutnya, penyerahan SK yang ada menandai babak baru dalam tata pengelolaan BUMD di Jepara. Khususnya Perumda Aneka Usaha.
"Kami ucapkan selamat kepada direktur dan dewas, selanjutnya untuk bisa melakukan tugas yang cukup berat. Karena sebagaimana kita tahu kondisi Perumda Aneka Usaha terpuruk. Mudah-mudahan dengan kepemimpinan beliau ini, bisa menjadi mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD Kabupaten Jepara," terangnya.
Ary melanjutkan, yang menjadi PR dalam hal ini ialah terkait bagaimana dapat meningkatkan kinerja Perumda.
"Pak Wike sudah lama sebagai dewas, tentu tahu kondisinya. Harapannya kini selaku Direktur Utama dapat membawa ke arah yang lebih baik," imbuhnya.
Sehingga lewat core bisnis yang akan dikelola Perumda, dapat mendatangkan keuntungan serta berjalan dengan baik.
"Memberikan kontribusi dan dividen kepada pemerintah daerah, apalagi Bupati dari unsur pengusaha. Saya kira akan selalu membimbing, men-support agar berjalan dengan baik," katanya.
Dirut Perumda Aneka Usaha Wike Dwi Utomo mengatakan pesan sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bupati.
"Yang dipesankan kepada kami, Perusda harus dapat berkontribusi dalam menyumbang PAD. Serta dapat menjalankan tugas dan fungsinya. Turut berkontribusi untuk pengembangan ekonomi daerah Kabupaten Jepara," katanya.
Untuk itu perlu adanya sinkronisasi bisnis yang dijalankan. Dari situ rencananya akan diambil sektor-sektor potensial untuk dijalankan.
"Agribisnis, serta beberapa penguat. Di basic bisnis, yang sudah dijalankan ada seperti Mortar Tiga putri yang sudah mulai bergerak se-Jepara dan mulai sebagian di Demak," ujarnya.
Menurutnya, agribisnis patut untuk digarap. Utamanya dengan modernisasi. "Kami akan mulai menerapkan model bisnis baru, sektor kolaborasi. Di mana perlu membangun satu konsep UMKM berdaya. Basicnya dibuat pola kolaborasi," ucapnya.
Dalam gagasannya, di antaranya ialah J Creator. Di sini berupa konsep penggabungan antara UMKM serta generasi milenial.
"Harapan kami Perumda mengambil suatu peran untuk membantu pemasaran secara digital ataupun ekspansi pemasaran dari produk-produk UMKM di Jepara," sebutnya.
Di awal kepemimpinannya, sebagai langkah taktis akan mengoptimalkan kerja-kerja kolaborasi dengan warga Jepara. "Baru jika prototyping dan Minimum Viable Product (MPV) berhasil baru push untuk keluar (Jepara, Red)," ujarnya.
Pada saat yang sama, Dewas Perumda Aneka Usaha, Edy Prayitno, menekankan akan memberikan dukungan selama itu menuju hal-hal baik.
"Saya perlu observasi, barangkali ada hal-hal yang perlu diperbaharui atau revisi. Akan ada evaluasi secara periodik, tapi paling tidak observasi dulu. Baru melaksanakan kegiatan mana. Pemetaan nantinya," terangnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya