JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tengah merencanakan penataan terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bumi Kartini.
Salah satu yang dilirik untuk digarap ialah area taman di Jalan KM Sukri.
Sebagaimana diketahui, sepanjang ini persebaran lapak UMKM kurang begitu merata di Kabupaten Jepara. Seperti area kota, jamak tersentral di Alun-alun Jepara 1.
Sedangkan sisanya berada di Jalan Pemuda, Jalan Kartini, Jalan HOS Cokroaminoto. Termasuk di Alun-alun Jepara 2 yang tampak tidak seranai Alun-alun utama (1).
Para pelaku UMKM hingga PKL menjamur, tidak hanya di Barat dan Utara Alun-alun terkadang bahkan memenuhi dua penjuru lainnya, Timur dan Selatan.
Akibatnya pengguna jalan harus pintar-pintar memilih jalan yang didirikan stand atau tenda jualan.
Salah satu pengguna jalan, Yanti, acapkali merasa jengkel. Di pekan ini misalnya, H-3 sebelum acara pameran atau bazar tenda sudah di-loading di lokasi. Akibatnya separuh jalan terisi dengan stand.
"Semoga bisa lebih ditata, sehingga tidak menggangu pengguna jalan. Wong sama-sama punya hak," tegasnya kemarin.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara Samiadji menyampaikan bahwa pihaknya pun menilai di arean Alun-alun 1 acapkali tampak crowded. Terlebih ketika terdapat event besar.
"Memang kami tentu mempertimbangkan dari berbagai unsur maupun kepentingan, termasuk masyarakat sebagai pengguna jalan," tanggapnya.
Menurutnya, masyarakat yang menjalankan usaha tersebut, kebanyakan merupakan usaha mikro atau kecil.
"Sehingga memang perlu kami berikan fasilitasi saat event/kegiatan sebagai tempat untuk mereka mempromosikan produknya melalui pameran dan bazar," ujarnya.
Samiadji menyebutkan, bahwa pihaknya telah merencanakan untuk pengalihan bazar, sehingga tidak hanya terpusat di Alun-alun Jepara 1 saja, yang notabene berada di area kota.
"Sementara ini masih kami kaji, bersama dengan Dishub, Satpol PP, Disperindag. Untuk nanti mencari lokasi-lokasi alternatif. Sebagai contoh di rencanakan di Jalan KM Sukri," rujuknya.
Pihaknya menilai area itu memang strategia, tetapi, kondisinya perlu sentuhan dan pemenuhan fasilitas utilitas umum.
"Tapi itu memang harus ada penataan terlebih dahulu, baik secara tempat maupun penerangannya. Sehingga pohon-pohon yang ada di lokasi yang besar-besar itu aman dan membuat nyaman. Space-nya pun cukup memadai untuk dilakukan kegiatan bazar," tambahnya.
Menurutnya, pada setiap kali event besar terdapat sekitar 100-an pelaku usaha yang secara bergantian menjajakan dagangannya. Mereka ikut berdasarkan jumlah tenant yang tersedia.
"Teman-teman UMKM lokal Jepara sendiri itu ada yang memang satu tenda itu dua orang," ucapnya.
Samiadji menyebutkan, secara keseluruhan terdapat sedikitnya 81 ribu pelaku UMKM di Jepara.
"Namun kami juga terus melakukan validasi, Per UMKM dan per kecamatan. Karena selama ini data itu jadi satu. Maka kami coba pilah per kecamatan serta per jenis (kategori)," jelasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya