Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harlah Unisnu Jepara Ke-34, Berkomitmen Tetapkan Milestones menjadi Center of Excellence

Fikri Thoharudin • Jumat, 8 Agustus 2025 | 00:09 WIB

 

MENGENA: Rektor Unisnu Abdul Djamil memberikan orasi saat peringatan Harlah Unisnu ke-34 pada Kamis (7/8).
MENGENA: Rektor Unisnu Abdul Djamil memberikan orasi saat peringatan Harlah Unisnu ke-34 pada Kamis (7/8).

JEPARA - Segenap civitas akademika Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara memperingati hari lahir (Harlah) ke-34 pada Kamis (7/8). Dalam usia menjelang setengah abad tersebut, Unisnu bercita-cita menjadi Center of Excellence.

Peringatan tersebut digelar di Auditorium Lantai 4 Perpustakaan Unisnu Jepara yang turut dihadir oleh berbagai tokoh, kalangan akademisi, ulama, pemerintah daerah serta aktivis hingga mahasiswa.

Rektor Unisnu Jepara Abdul Djamil dalam orasinya menegaskan, dalam usia perguruan tinggi yang tak lagi muda itu, ingin menggapai mimpi Center of Excellence (CoE) tersebut.

Menurutnya, pihaknya tengah menetapkan milestones yang akan dicapai secara periodik. Berfokus dalam mempercepat dan pengembangan baik dalam hal keilmuan, teknologi, maupun praktik bisnis, melalui kegiatan penelitian, pelatihan, dan kolaborasi.

"Kami terus melakukan konsolidasi, untuk mencapai cita-cita menjadi CoE. Dalam konteks ilmu pengetahuan, seni, budaya yang berdaya saing global," sebutnya.

Untuk meraih hal tersebut, menurutnya tidak hanya diukur dari aktivitas akademik belaka. Seni dan budaya turut mengawal kehidupan ilmu pengetahuan.

"Jadi ilmu tanpa seni akan menjadi kaku, sedangkan seni tanpa ilmu akan menjadi liar. Sehingga karena itu perlu perpaduan seni dan budaya. Perkembangan ilmu pengetahuan ini menjadi cita-cita dan mimpi kami," ucapnya.

MEMBANGGAKAN: Rektor Unisnu Jepara Abdul Djamil memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa dan mahasiswi berprestasi.
MEMBANGGAKAN: Rektor Unisnu Jepara Abdul Djamil memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa dan mahasiswi berprestasi.

Namun hal itu pun tidak cukup, karena harus juga memiliki landasan akhlakul karimah yang. Ciri khas yang kemudian melandasi nafas kehidupan dari kampus Unisnu tersebut.

"Tapi bukan berarti yang kuliah di sini semua punya kartu tanda anggota NU saja, bukan. Dari berbagai macam kalangan, termasuk non muslim juga dipersilakan untuk masuk, sebagai manifestasi bahwa lembaga pendidikan harus terbuka kepada siapapun juga," terangnya.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas dan performa akademik. Mulai dari melengkapi fasilitas pembelajaran dengan instrumen-instrumen pembelajaran modern.

"Kami mengembangkan yang namanya smart room atau smart class. Ini yang kemudian akan direplikasi ke dalam setiap kelas. Diharapkan dapat mengajak mahasiswa untuk ikut bersandar di dunia yang lebih luas dalam bidang ilmu yang bermacam-macam. Ketika dosen mengajar, dosen ini pun harus melek IT. Dosen juga harus bisa mengajak mahasiswa untuk berselancar ke dunia yang lebih luas," tegasnya.

Kendati Jepara terletak di sisi Pantai Utara Jawa namun menurutnya hal itu tidak menjadi alasan untuk membuat diri terisolasi.

MEMBANGGAKAN: Rektor Unisnu Jepara Abdul Djamil berswafota usai memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa dan mahasiswi berprestasi.
MEMBANGGAKAN: Rektor Unisnu Jepara Abdul Djamil berswafota usai memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa dan mahasiswi berprestasi.

"Kami memiliki cita-cita bahwa Jepara tidak boleh terisolir. Walaupun Secara geografis jaraknya hingga 90 km dari Semarang. Apalagi dengan Jakarta, tentu lebih dari itu. Namun dalam hal ini karena integrasi keilmuan dan penguasaan teknologi tidak ada yang namanya Universitas yang berada di pelosok. Karena telah terintegrasi bisnis. Meskipun secara geografis terletak di daerah, tapi punya jaringan bisnis internasional yang signifikan," sebutnya.

Di antara barometernya ialah lalu lalang kontainer yang keluar masuk dari Jepara. Menuju kota-kota besar dan bahwa mancanegara.

Jurusan-jurusan yang ada dan ditawarkan di Unisnu, beserta para pendidik yang menguasai bidang keilmuan secara mendalam diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan zaman.  

"Kami tentu ingin kolaborasi lebih lanjut dengan Pemkab Jepara. Seiring dengan dosen yang akan senantiasa kami tingkatkan secara kualifikasi. Kami pun tengah memberantas dosen-dosen yang masih bergelar master, artinya agar semua menjadi doktor semua," tegasnya.

Dengan puluhan dosen sebagai tim peneliti serta dosen pendamping pengabdian di masyarakat diharapkan dapat menjadi upaya keberpihakan dalam kelangsungan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, di antara ciri kampus yang memiliki nafas untuk mencari kebenaran yaitu seberapa seberapa banyak dosen melahirkan penelitian serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sesuai kebutuhan masing-masing.

"Dari Unisnu ini juga lahir tak sedikit mahasiswa dan mahasiswi berprestasi, dalam tingkat nasional maupun internasional. Dengan teknologi maupun inovasi yang dimunculkan, yang menjawab kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Pada saat yang sama, Wakil Bupati Jepara M Ibnu Hajar juga menyampaikan apresiasinya terhadap kerja-kerja kebermanfaatan yang telah diteladankan oleh segenap civitas akademika Unisnu Jepara.

Menurutnya, perguruan tinggi menjadi pusat penyelesaian masalah sosial, ekonomi dan persoalan lainnya. 

"Unisnu mampu menjawab hal tersebut. Kami juga memiliki program Kartu Sarjana, untuk membantu warga khususnya Jepara tanpa terbebani biaya. Untuk menggapai prestasi dan ke depan dapat membangun daerah sesuai bidang masing-masing," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#harlah #kampus #jepara #Center of Excellence (CoE) #unisnu jepara