JEPARA - Kementerian Agama Kabupaten Jepara terus memperluas bantuan akses permodalan bagi guru madrasah dan TPQ.
Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan umat dengan berwirausaha.
Program Mandiri MadinQU sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lembaga keagamaan berbasis Madrasah Diniyah dan TPQ.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyampaikan hal tersebut dilakukan untuk membantu insan pendidik di Bumi Kartini.
Tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, namun juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Dijelaskan bahwa hingga saat ini terdapat setidaknya 500-an penerima manfaat dari program tersebut.
"Kami memberikan bantuan berupa alat dan modal, sementara per guru Rp 2 juta. Untuk memantik guru madin dan TPQ berwirausaha. Biar bisa menjadi pengisi aktivitas pagi-sore sebelum mengajar," ujarnya.
Menurutnya hal itu sangat membantu, lantaran akses permodalan kini memiliki sejumlah syarat yang dianggap tidak mudah. "Kami hadir dibantu rumah BUMN BRI untuk bantu permodalan. Biar ada sustainability," katanya.
Pihaknya mencontohkan tak sedikit yang terpantil untuk kemudian berwirausaha. Seperti salah satu guru di kawasan Pantai Kartini, mulanya mengakses bantuan tersebut untuk memperbaiki perahu.
"Sekarang bertumbuh, untuk packing ikan. Jadi awet dan dapat dipasarkan secara online. Ada juga yang mengemas latoh, dari yang pemasarannya susah sekarang jadi mudah, awet, tidak cepat basi, harga pun naik," sebutnya.
Sehingganya program Mandiri MadinQu me jadi langkah pendampingan dan modal awal bagi guru Madin dan TPQ untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Menurutnya Kementerian Agama bukan hanya soal layanan keagamaan, tetapi juga bagaimana ekonomi di sekitar masjid, madrasah, dan musala dapat dibangun.
Hal itu yang menjadi semangat Mandiri MadinQu, yakni memberikan kesadaran kolektif untuk memberdayakan lembaga keagamaan.
Pihaknya menambahkan, potensi besar dari zakat, wakaf, dan dana sosial keagamaan lainnya masih belum tergarap secara optimal.
Pemberdayaan berbasis wakaf, termasuk masjid, musholla, dan madrasah perlu dikelola dengan pendekatan manajemen yang lebih kuat.
"Ini disandingkan dengan program Jumat Berangkat Wabup. Sehingga dengan itu, para guru tidak hanya mengandalkan bantuk atau insentif, kalau usahanya jalan pengabdiannya juga lebih khidmat," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya