Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Jepara Matangkan Rencana Relokasi Pasar Pecangaan, Lokasi Baru Disiapkan di Belakang Terminal

Fikri Thoharudin • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 03:48 WIB
PADAT: Kondisi Pasar Pecangaan yang direncanakan akan direlokasi, pada Jumat (1/8).
PADAT: Kondisi Pasar Pecangaan yang direncanakan akan direlokasi, pada Jumat (1/8).

JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tengah mempersiapkan langkah besar untuk merelokasi Pasar Pecangaan, salah satu pasar tradisional yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.

Alasan utama di balik rencana ini adalah tingginya kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut, khususnya pada pagi dan sore hari.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar dan PKL Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa langkah awal sudah dilakukan dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi baru yang direncanakan. Lokasi yang dipertimbangkan berada di belakang Terminal Pecangaan.

“Kami masih dalam proses identifikasi dan pemetaan, termasuk jumlah pedagang serta kebutuhan kios. Ini bagian dari tahap awal perencanaan konstruksi,” jelas Ghofur saat ditemui pada Jumat (1/8).

Mengurai Kemacetan Jalan Raya Jepara–Kudus

Pasar Pecangaan selama ini dikenal sangat aktif dan ramai, namun kepadatan aktivitasnya sering mengakibatkan kemacetan lalu lintas di jalur utama Jepara–Kudus.

Oleh karena itu, relokasi dianggap sebagai solusi jangka panjang yang lebih efektif daripada sekadar penertiban harian.

Ghofur menegaskan bahwa penataan kawasan pasar baru akan dilakukan secara menyeluruh, agar bisa menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pembeli dan pedagang, serta mampu menata arus kendaraan di sekitar pasar.

“Kami ingin menciptakan kawasan pasar yang rapi, nyaman, dan tidak mengganggu lalu lintas. Di sisi lain, infrastruktur juga perlu ditingkatkan,” tambahnya.

Pasar Bersejarah yang Perlu Pembaruan

Pasar Pecangaan diketahui telah berdiri sejak masa kolonial, menjadikannya sebagai salah satu pasar tradisional dengan sejarah panjang di Jepara. Namun seiring waktu, kebutuhan modernisasi dan penataan ulang menjadi semakin mendesak.

Selain menjadi pusat ekonomi, pasar ini juga berfungsi sebagai tempat bertemunya pedagang musiman dan harian.

Karenanya, pemkab ingin mengakomodasi seluruh jenis pedagang, termasuk yang saat ini masih berjualan di pinggir jalan, agar bisa masuk ke dalam pasar yang lebih tertata.

“Harapannya nanti semua pedagang, termasuk yang musiman dan berjualan di trotoar atau tepi jalan, bisa masuk ke dalam pasar. Kami berusaha tidak ada yang tertinggal,” ujar Ghofur.

Pemetaan Jumlah Pedagang dan Kebutuhan Fasilitas

Dalam pendataan awal, terdapat sekitar 1.600 pedagang yang aktif di Pasar Pecangaan.

Angka ini belum termasuk pedagang temporer yang hanya muncul di hari-hari tertentu atau saat momen khusus seperti menjelang hari besar keagamaan.

Disperindag saat ini tengah menghitung jumlah kios dan lapak yang dibutuhkan, agar pasar baru tidak hanya sekadar memindahkan lokasi, tetapi juga menyediakan fasilitas yang lebih baik, seperti sanitasi, drainase yang memadai, ruang terbuka, hingga tempat parkir.

“Di sekitar pasar juga ada sungai, jadi sistem drainase menjadi fokus utama dalam pembangunan nanti. Kami ingin agar pedagang dan pembeli merasa nyaman, tidak terganggu saat musim hujan,” jelasnya.

Pasar Lain Masih Aman, Relokasi Difokuskan ke Pecangaan

Dari total 21 pasar yang saat ini dikelola oleh Disperindag Kabupaten Jepara, menurut Ghofur, hanya Pasar Pecangaan yang masuk dalam rencana relokasi.

Pasar lainnya dinilai masih layak secara geografis dan belum menunjukkan urgensi pemindahan.

Namun, perbaikan dan revitalisasi pasar lain tetap menjadi perhatian, tergantung pada tingkat kerusakan dan urgensi masing-masing lokasi. Semua ini dilakukan berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran.

Perlu Dukungan Anggaran dan Stakeholder

Tahapan berikutnya setelah proses pemetaan dan identifikasi adalah perencanaan teknis konstruksi, termasuk penyusunan anggaran.

Pemkab membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga atau skema pendanaan lainnya, agar pembangunan bisa berjalan optimal.

Rencana ini diharapkan tidak hanya sekadar memindahkan lokasi, tetapi juga menjadi transformasi menyeluruh terhadap wajah pasar tradisional di Jepara.

Dengan lokasi baru yang strategis dan fasilitas yang lebih layak, pengunjung diharapkan merasa lebih nyaman, dan kemacetan pun bisa diatasi.

“Pembangunan pasar bukan hanya soal memindah, tapi bagaimana kita bisa menciptakan ruang ekonomi yang teratur, aman, dan bersih. Ini investasi jangka panjang untuk semua pihak,” tutup Ghofur.

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #relokasi #pasar pecangaan #macet