JEPARA – Pasangan suami istri (pasutri) lansia warga Desa Kerso, RT 3/RW 2, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara bikin heboh.
Pasalnya puluhan gram perhiasan emas milik Sukarti, 75, dan Suhadi, 80, berubah menjadi perhiasan mainan.
Dengan rincian, dua kalung, satu kalung 20 gram dan satunya lagi 10 gram.
Kemudian sembilan buah cincin masing-masing seberat 2 gram dan dua liontin serta satu anting. Jumlah keseluruhannya sekitar 50 gram.
Jika diuangkan dengan harga emas yang sekarang ini, bisa mencapai Rp 70-80 juta. Perhiasan tersebut disimpan dalam laci almari, dibungkus plastik dan sapu tangan.
Firda, 41, keponakan korban mengungkapkan, emas palsu milik korban diketahui setelah meraka mengecek keasliannya ke toko emas.
"Saya sorenya ditelepon suruh ke sini untuk mengecek emasnya dan mengecekkan ke toko emas. Dan ternyata, emas yang dimiliki ini palsu," ujar Firda,
Padahal, kata Firda, emas yang selama ini dimiliki Suhadi dan Sukarti hanya dipakai ketika Lebaran.
"Emas ini tidak pernah dipakai, setahun sekali dipakai, itupun ketika waktu Lebaran," ungkapnya.
Menurut Firda, perhiasan milik korban yang ditukar dengan emas mainan, hanya dua yang masih asli yaitu satu liontin dan satu cincin.
Sisanya diganti emas palsu yang dijual di toko kelontong. Ada yang diganti menyerupai perak," jelas Firda sembari menunjukkan emas palsu milik Sukarti.
Emas tersebut, merupakan simpanan milik Sukarti usai menjual hasil panenan-panenannya.
"Semua nota pembeliannya pun masih ada, ada yang dibeli tahun 2009 hingga 2022. Namanya orang tua ya celangannya seperti itu," ucapnya.
"Saat yakin emas itu dicuri dan ditukar emas mainan, pagi harinya terus saya bawa ke toko emas. Saya periksa, emas asli atau gak. Ternyata benar, emas mainan semua (selain satu liontin dan satu cincin, Red)," ujarnya.
Yang membuatnya aneh, selain hal itu ialah di bungkus yang sama juga terdapat uang senilai Rp 15 juta.
"Tapi ini masih utuh, tidak diambil. Gak tahu kenapa," bebernya.
Pihak korban juga telah membuat laporan kepolisian di Polsek Kedung pada Senin (21/7) siang. Didampingi dengan kerabat.
Terpisah, Kapolsek Kedung, AKP Dasiyo menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.
"Langsung kami tindak lanjuti, dari laporan ini kami proses untuk dilakukan penyelidikan. Melakukan pemeriksaan saksi-saksi hingga menemukan pelaku," tandasnya.
Menurutnya, korban ditemani ketua RT langsung lapor ke Polsek dengan kasus kehilangan perhiasan di rumahnya.
“Sudah kita tindaklanjuti lewat Kanitreskrim, selanjutnya akan kami proses. Kami lakukan penyelidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi sampai menemukan pelaku,” tutupnya. (Fikri Thoharudin)
Editor : Ali Mustofa