JEPARA - Tahun ajaran baru 2025/2026 telah dimulai pada Senin (14/7) lalu. Namun Sekolah Rakyat (SR) Rintisan belum dapat dimulai lantaran masih proses penyiapan tempat.
Sebagaimana diketahui, untuk mempercepat SR sendiri lebih dulu memanfaatkan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di Pecangaan Kulon.
Disebutkan, area tersebut memiliki kriteria yang sesuai karena memiliki luas area lahan 3105 meter persegi (m²) dengan luas bangunan 2242.5 m². Status kepemilikannya pun hak pakai pemerintah daerah tingkat II Jepara.
Kepala Dinsospermades Kabupaten Jepara Edy Marwoto mengatakan bahwa percepatan SR Rintisan ini tidak bisa berbarengan dengan masa dimulainya tahun ajaran baru pada (14/7).
"Jepara ini menjadi salah satu dari 100 daerah yang akan diselenggarakan SR, tapi karena bangunan BLK masih perlu pengerjaan (renovasi, Red) jadi awal kegiatan belajar mengajarnya mundur," sebutnya.
Disebutkan, dari Satgas terkait telah memutuskan di Jepara dapat digelar tiga rombongan belajar tingkat satuan pendidikan sekolah dasar.
"Per kelas ada 25 anak, jumlahnya ya 75 orang," ringkasnya.
Dalam penyelenggaraannya, disebutkan, peserta didik akan diasramakan. Serta terdapat kurikulum pelajaran yang khusus.
"Saat ini rencana di BLK Pecangaan sedang dalam proses konstruksi (perbaikan, Red), sebelum diselenggarakan di Pakis Aji," katanya.
Pihaknya memperkirakan akhir Agustus sudah bisa mulai digunakan untuk ruang pembelajaran bagi peserta didik.
"Beriringan dengan itu juga, mulai Senin kemarin kita sudah melakukan ground checking berdasarkan data dari Kemensos. Sudah ada belasan yang bersedia, bertahap," ujarnya.
Ke depan Satgas juga akan menyiapkan guru termasuk skema penerimaan siswa baru. Disebutkan, yang melakukan final penerimaan dari Kementerian langsung.
"Di luar data dari Kemensos, masyarakat pun bisa mendaftarkan putra-putrinya. Tanpa syarat, tidak boleh tes apapun, nanti diputuskan dengan SK Bupati," ringkasnya. (fik/war)
Editor : Mahendra Aditya