JEPARA - Program layanan Speling atau Dokter Spesialis Keliling Sareng Bareng Luthfi-Yasin kembali dilaksanakan di Jepara. Program itu pada Kamis (17/7/2025) dilaksanakan di Balai Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Kab. Jepara. Kegiatan ini merupakan kegiatan kesembilan kalinya dilaksanakan di Jepara.
Kemudian akan dilanjutkan hingga April 2026 dengan lokasi titik di Jepara sebanyak 49 kali.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Mudrikatun, Camat Batealit Muh Taufik, Direktur RSUD RA Kartini dr. Tri Iriantiwi. Kartini, Kades atau Petinggi Desa Bringin Mardi, dan Kepala Puskesmas Batealit Manaf.
Dalam pemeriksaan itu sekitar seratusan pasien telah mendaftar. Dengan mengerahkan sekitar 20 tenaga medis. Mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, RSUD. RA. Kartini Jepara, Puskesmas Batealit, serta tenaga Posyandu di tingkat Desa Bringin.
Sebanyak sekitar 100 peserta mendaftar untuk memeriksakan Kesehatan maupun kandungan dalam program itu. Mereka terdiri dari pasien ibu hamil, lansia, dan warga setempat. Mereka dilayani dua dokter. Yaitu dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis kandungan.
Sebelum pasien memeriksakan diri terlebih dahulu melewati bagian pendaftaran, kemudian cek berat badan, dan tinggi badan. Selanjutnya diperiksa tensi darah dan pengambilan sampel darah. Kemudian menunggu antrean untuk pemeriksaan dokter. Setelahnya pemberian obat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Mudrikatun saat ditemui menjelaskan selama kegiatan berlangsung rata-rata ditemukan adanya indikasi seperti hipertensi dan anemia pada beberapa pasien. Juga ibu hamil yang mengandung anak kembar ataupun sungsang.
”Pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sejak dini dan hasilnya itu merupakan hasil dari pemeriksaan tim dokter yang diterjunkan,” jelas Mudrikatun.
Melalui program ini, pemerintah daerah dan pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan Masyarakat yang lebih baik.
”Seperti pelayanan Kesehatan melalui program speling itu, layanan kesehatan telah didukung oleh kehadiran dokter spesialis penyakit dalam serta dokter kandungan ataupun tenaga bidan,” tegasnya.
”Artinya negara hadir untuk Kesehatan bapak dan ibu geh?” tanya Mudrikatun yang kemudian dijawab para peserta yang memeriksakan diri.
”Injih (iya, Red) bu,” jawab Bersama para pasien di balai desa itu.
Jika perlu tindak lanjut atas hasil pemeriksaan akan dilakukan oleh tenaga medis yang berwenang, baik oleh ibu dokter maupun bapak dokter.
”Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jepara serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan program Kesehatan mulai dari Tingkat RT/RW, desa, kabupaten dan provinsi.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara dini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mengetahui kondisi kesehatan sejak awal. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup dan pembangunan kesehatan yang merata hingga ke tingkat desa, RT, dan RW.
Selain program itu, DKK Jepara juga punya program Tilik Putumas (Tinjauan Puskesmas), yaitu meninjau kesehatan bersama-sama di desa hingga puskesmas. Program ini juga menjadi bagian dari strategi pencegahan (preventif) dan promosi kesehatan (promotif), yang selaras dengan program prioritas nasional dalam mendukung visi dan misi Presiden Republik Indonesia di bidang kesehatan.
Kepala Desa/Petinggi Desa Bringin Sumardi mengaku senang karena desanya masuk dalam program speling yang digagas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi -Wagub Gus Yasin serta Bupati Jepara Witiarso Utomo/Hajar beserta jajarannya yaitu DKK Jepara, RSUD RA. Kartini, dan Puskesmas Batealit.
”Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Karena sangat membantu masyarakat desa,” tandasnya.
Editor : Zainal Abidin RK