Upaya ini dalam rangka mendorong efisiensi dan modernisasi produksi.
Program yang merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan tiga dosen Unisnu, yaitu Mahmudatus Sa’diyah, Fivin Bagus Pambudi, dan Zaenal Arifin.
Mereka bekerja sama dengan Sofia Ulfah, dosen dari Politeknik Balekambang, dibantu dua mahasiswa, Pingkan Novan Amanda dan Dimas Ahmad Rizky.
Pelatihan dan pendampingan ini berlangsung di workshop Ajining Furniture, milik Bapak M. Alif Najih, yang sekaligus menjadi mitra penerima manfaat dalam program.
Kegiatan ini didanai melalui skema hibah dari Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Teknologi (DPPM Kemdiktisaintek) tahun 2025.
Solusi atas Masalah Nyata
Dalam praktiknya, pelaku industri ukir seperti Ajining Furniture kerap menghadapi kendala pada tahap pengemalan—yakni proses awal menggambar motif ukiran di media kayu.
Tahap ini memakan waktu lama dan bergantung pada ketersediaan tenaga ukir yang semakin terbatas.
Melalui penerapan mesin CNC berbasis IoT, proses pengemalan dapat dilakukan secara otomatis dan presisi tinggi. Hasilnya, waktu produksi menjadi lebih efisien dan kapasitas kerja meningkat signifikan.
Tak hanya itu, tim dosen juga memperkenalkan sistem pencatatan keuangan digital kepada mitra.
Selama ini, usaha mitra belum memiliki sistem pembukuan yang rapi dan terdokumentasi.
Penerapan aplikasi keuangan sederhana diharapkan mampu meningkatkan literasi finansial dan mendukung keberlangsungan usaha.
Teknologi untuk Kemandirian Industri Lokal
Fivin Bagus Pambudi, salah satu anggota tim dosen Unisnu, mengungkapkan bahwa pendekatan teknologi seperti IoT tidak hanya cocok untuk industri skala besar, tapi juga dapat diadopsi oleh pelaku UMKM seperti pengrajin ukir.
“Kami ingin membuktikan bahwa teknologi tidak harus mahal atau rumit. Dengan pelatihan yang tepat, pengrajin pun bisa naik kelas,” ujarnya.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Unisnu Jepara dan Politeknik Balekambang dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan industri era digital. (*)
Editor : Ali Mustofa