Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jepara Gaet Kemendikbud untuk Branding Daerah Lewat Musik, Seni, dan Tradisi Lokal

Fikri Thoharudin • Sabtu, 12 Juli 2025 | 00:25 WIB
AUDIENSI: Tim Direktorat Film Musik dan Seni Kemendikbud melakukan audisi bersama dengan Pemkab Jepara Jumat (11/7).
AUDIENSI: Tim Direktorat Film Musik dan Seni Kemendikbud melakukan audisi bersama dengan Pemkab Jepara Jumat (11/7).

JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menerima audiensi dari Tim Direktorat Film, Musik dan Seni Kemendikbud RI pada Jumat (11/7).

Hal tersebut membahas mengenai rumusan branding daerah dengan seni dan tradisi.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebutkan pentingnya kolaborasi dalam mengangkat potensi-potensi lokal.

"Kebetulan hari ini kami menerima audiensi dari Direktorat Film, Musik dan Seni. Harapan kami ke depan punya kalender musik di Jepara," ujarnya.

Menurutnya pendekatan musik lebih dulu ditempuh sebelum beranjak membranding daerah dengan film. 

"Brandingnya sementara dari musik, belum sampai film. Tapi ada tambahan teatrikal dan pertunjukan yang mempertajam. Misalnya Perang Obor yang disentuh dengan koreografi. Supaya ke depan ini tidak hanya bisa dinikmati tahunan, tapi bisa disajikan dalam momen-momen tertentu tanpa mengurangi kesakralan," katanya.

Supaya terdapat nilai seni yang menjual dan membuat lebih menarik. Dengan penguatan karakter, goalnya berupa pertunjukan.

"Semua akan dikapitalisasi menjadi pertunjukan. Selain perang obor akan kami lakukan inventarisasi," katanya.

Koordinator Kelompok Kerja dalam Direktorat Film Musik dan Seni di Kemendikbud RI, Irnie Wanda menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengajak Pemkab Jepara berkolaborasi. 

"Rencananya akan diadakan festival musik tradisi Indonesia (FMTI) di Jepara. Untuk mefasilitasi teman-teman komunitas musik tradisi di Jawa Tengah," tanggapnya.

Hal tersebut di satu sisi merupakan bagian dari objek pemajuan kebudayaan.

"Jadi kami mengumpulkan musik tradisi di Jateng. Untuk kemudian bisa dikembangkan dan dipentaskan di FMTI. Karena melihat potensi yang selama ini Jateng banyak sekali musik tradisinya. Namun kurang diangkat," ujarnya.

FMTI sendiri sudah dilakukan setidaknya sejak 2021 lalu. Goalsnya ialah menyelenggarakan kegiatan yang mampu semakin memunculkan potensi daerah. Utamanya dalam pengembangan musik tradisi.

"Kami juga ikut mendorong seniman tradisinya termasuk Pemkab agar jangan hanya mengandalkan pemerintah pusat saja. Khususnya dalam mengaktivasi teman-teman komunitas," ucapnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #kemendikbud ri #musik #seni tradisi #kesenian