JEPARA - Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wabup M Ibnu Hajar kepincut dengan destinasi wisata Sendang Kali Ngetuk di Desa Banjaran Kecamatan Bangsri.
Pihaknya melakukan peninjauan beserta sejumlah pimpinan Forkopimda usai program Bupati Ngantor di Desa Banjar Agung pada Selasa (8/7).
Wabup Jepara M Ibnu Hajar menyampaikan bahwa kunjungan tersebut sebagai tindak lanjut atas aspirasi warga dalam forum Bupati Ngantor di Desa.
"Sendang Kali Ngetuk ini menjadi destinasi wisata unggulan di desa ini. Kami mengecek secara langsung, terkait sarana dan prasarananya. Memang masih perlu dikembangkan," ungkapnya Selasa (8/7) sore.
Disebutkan, Pemkab Jepara juga akan mendukung pengembangan destinasi wisata tersebut.
Dengan catatan, sistem pengelolaan pendapatannya disertai skema bagi bagi dengan Pemkab.
"Ini masih perlu fasilitas pelengkap, seperti jalan, tangga dan sarpras untuk mendukung safety (keamanan, Red).
Sehingga anak-anak dapat lebih aman, meminimalisir risiko terpeleset. Termasuk perlunya tambahan area musala maupun tempat UMKM," katanya.
Pada saat yang sama, Bupati Jepara Witiarso Utomo juga menyampaikan bahwa hal itu dapat diintegrasikan sebagai wisata edukasi. Mengingat kondisi geografisnya yang juga berada di alam terbuka dekat dengan kebun dan persawahan.
"Desa pun dapat mengalokasikan pagu dana desanya. Untuk dukungan anggaran dari Kabupaten masih kami hitung, kita lihat dulu potensi, efek dominonya.
Makanya ini mengajak OPD karena yang akan mengeksekusi OPD, sehingga Sendang Kali Ngetuk ini semakin dikenal," ucapnya.
Ketua RW 6, Oliv Andriyanto menyampaikan bahwa pihaknya Sendang Kali Ngetuk mulai digarap pada 2020 lalu. Serta mulai ramai pada 2024-2025 awal. "Bangunan baru, diperlebar termasuk penyediaan area taman. Status tanah milik desa," ujarnya.
Dirinya menyebutkan bahwa saat ini terdapat dua sumber, serta satu tambahan sumber lagi hika musim hujan.
"Spot pemandiannya satu kolam untuk anak-anak di bawah 5 tahun sedalam 50cm, kemudian untuk kolam yang agak besar sekitar 110cm," katanya.
Hal yang menjadi istimewanya Sendang Kali Ngetuk ialah air tanpa campuran kaporit, sehingga aman untuk anak-anak.
"Buka setiap hari hingga sore, pukul 17.00. Tiket hanya Rp 3 ribu, sudah full service sepuasnya. Ada MCK, hanya belum ada musalanya," katanya.
Salah satu pengunjung, Isrotun datang bersama anak dan tetangganya dari Desa Pendem Kecamatan Kembang.
"Sering ke sini, karena dekat juga, perbatasan. Ini saya mentar anak saya yang berumur tujuh tahun, masih liburan sekolah," ucapnya.
Dia menyebutkan bahwa anaknya pun seringkali menagih untuk berenang di Sendang Kali Ngetuk. "Murah meriah, senang bermain ri sini, sampai tili-tili (basah kuyup, Red)," tandasnya.
Sebelum kunjungan ke Sendang Kali Ngetuk tersebut Bupati dan Wabup Jepara diwaduli banyak persoalan.
Mulai dari keberadaan agen gas LPG, ketersediaan pupuk, infrastruktur jalan, bendungan maupun lapangan.
Serta rencana pengadaan gedung untuk Bulog. Termasuk usulan tempat pembuangan sampah terpadu.
"Rencana kami menyiapkan lahan Bulog. Mudah-mudahan bisa bertemu lagi, untuk menghitung kebutuhan. Bisa meningkatkan kesejahteraan petani dengan diserapnya hasil panen," ucap Bupati.
Pihaknya juga memberikan perhatian terhadap upaya pemerintah desa setempat yang menyediakan lahan untuk pengelolaan sampah secara mandiri. Hal itu akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup.
"Kami juga tertarik dengan energi terbarukan, di Bucu sudah ada pemanfaatan biogas untuk 5 KK.
Tapi sebetulnya menurut informasi bisa untuk 50 KK namun masih terkendala jaringan. Ke depan ini bisa dimaksimalkan," katanya.
Pihaknya juga tengah melakukan ancang-ancang dan inventarisasi untuk mendukung adanya energi terbarukan.
"Bisa dengan menginisiasi desa mandiri energi, berkolaborasi dengan desa dan perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Bisa kita ajak kerjasama," terangnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya