Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

14 SMP belum Penuhi Daya Tampung, Disdikpora Buka Perpanjangan Pendaftaran

Fikri Thoharudin • Kamis, 26 Juni 2025 | 23:17 WIB

 

Foto Kabid SMP Disdikpora Jepara Ahmad Nurrofiq
Foto Kabid SMP Disdikpora Jepara Ahmad Nurrofiq

JEPARA - Sistem penerimaan murid baru (SPBM) di Kabupaten Jepara telah rampung. Kamis (26/6) merupakan hari terakhir pembukaan SPMB, baik tingkat SD maupun SMP.

Di akhir masa penerimaan tersebut, 14 SMP masih belum memenuhi daya tampung.

Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ahmad Nurrofiq menyampaikan bahwa pihaknya akan membuka kesempatan bagi sekolah yang masih belum memenuhi kuota atau daya tampung tersebut, untuk melakukan perpanjangan pendaftaran.

Rofiq menyebutkan bahwa dalam prosesnya, SPMB SMP khususnya yang negeri dilaksanakan secara online. Sedangkan SD dilakukan secara offline.

Berdasarkan jurnal daya tampung seleksi penerimaan murid baru (SPMB) SMP Negeri Kabupaten Jepara, pada Kamis (26/6) pukul 13.00 terdapat 14 sekolah yang belum memenuhi target.

Di antaranya ialah SMPN 1 Donorojo dari daya tampung atau kuota 224, yang belum terisi 6. SMPN 2 Donorojo, dari 96 kuota 25 yang belum terisi. SMPN 1 Karimunjawa dari 64 kuota, yang belum terisi 9. SMPN 2 Karimunjawa, dari 32 kuota 17 yang belum terisi.

SMPN 1 Nalumsari, dari 96 kuota 2 yang belum terisi. SMPN 2 Batealit, dari 64 kuota 24 yang belum terisi. SMPN 3 Batealit, dari 96 kuota 18 yang belum terisi. SMPN 2 Kedung, dari 96 kuota 43 yang belum terisi. SMPN 3 Kedung, dari 128 kuota 13 yang belum terisi.

SMPN 2 Keling, dari 64 kuota 13 yang belum terisi. SMPN 2 Kembang, dari 192 kuota 26 yang belum terisi. SMPN 3 Kembang, dari 224 kuota 16 belum terisi. SMPN 4 Kembang, dari 31 kuota, 11 belum terisi. SMPN 2 Pakis Aji, dari 96 kuota 16 yang belum terisi. 

Pihaknya menyampaikan bahwa untuk pengumuman kelolosannya pada Sabtu (28/6). Sedangkan untuk proses daftar ulang pada 1-2 Juli.

Lalu masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada 14 Juli. Di mana MPLS siswa SD berlangsung selama dua minggu dan siswa SMP selama tiga hari.

"Yang biasanya dilakukan, nanti bagi satuan pendidikan yang kuotanya kurang bisa mengajukan kepada Dinas Pendidikan untuk perpanjangan waktu, supaya nanti bisa ada tambahan siswa," ungkapnya Kamis (26/6).

Apabila selama perpanjangan waktu tersebut daya tampung tidak dapat terpenuhi, data dan proses pembelajaran akan dilakukan sesuai siswa yang melakukan pendaftaran.

"Perpanjangan biasanya hingga sebelum pengumuman atau sampai proses daftar ulang," sebutnya.

Rofiq mencatatkan bahwa apabila tidak memenuhi rombel pun tidak terdapat masalah. "Yang menjadi masalah adalah ketika kelebihan.

Katakan satu rombel ketentuannya 32, tapi kalau di situ 33 itu nanti satu invalid. Jadi tidak bisa kalau kelebihan, tidak akan masuk di Dapodik," jelasnya.

Rofiq menjelaskan bahwa kondisi tersebut tak lepas dari lingkup sekolah dan area permukiman warga. "Kalau saya lihat ini disebabkan faktor geografis.

Seperti tata letak SMPN 2 Pakis Aji yang jauh di pinggiran. Lalu SMP di Karimunjawa dalam kepulauan, jarang ada anak daratan sekolah di kepulauan," ucapnya.

Kendati demikian, berdasarkan rekapitulasi data yang ada pada saat yang sama sekolah favorit yang berada di area kota masih menjadi incaran sejumlah siswa. Di antaranya ialah SMPN 2 Jepara.

Dari jumlah daya tampung 256. Terisi 159 dari jalur domisili, 70 afirmasi, mutasi 17, prestasi 77. Dalam jalur mutasi tersebut menduduki posisi tertinggi, atas 39 SMPN lain. Itu menjadi kartu as bagi siswa untuk bisa masuk lewat jalur mutasi tersebut. 

Kriterianya kuota untuk jalur domisili 45 persen. Lalu afirmasi 20 persen, prestasi 30 persen dan mutasi 5 persen.

"Masih memenuhi syarat, karena batas daya tampung SMPN 2 Jepara jalur mutasi 18 siswa. Lima persen dari 256 siswa," ujarnya.

Rofiq menjelaskan bahwa dalam jalur mutasi tersebut biasanya dipenuhi oleh anak-anak pejabat pemerintahan. 

"Kalau jalur domisili dengan KK, jalur afirmasi surat PKH dan anak dari guru, jalur prestasi dari capaian akademik. Sedangkan untuk jalur mutasi ini dari anak-anak pejabat," terangnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#SPMB Jateng #jepara #SPMB Jateng 2025 #spmb jepara