JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengusulkan dibangunnya kampung nelayan merah putih (Kalamu) di kawasan Ujungbatu.
Hari ini paparan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Agar, Jepara dilirik ketempatan program tersebut.
Lahan seluas 1,2 hektare telah disiapkan. Lengkap dengan detail engineering design (DED) dan rencana anggaran biaya (RAB) sebesar Rp 20 miliar.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara Farikhah Elida mengaku bahwa pihaknya telah siap melakukan paparan di hadapan KKP hari ini.
Elida menyampaikan area yang diproyeksikan akan dibangun Kalamu ialah Kompleks TPI Ujungbatu.
Di area tersebut akan dibangun berbagai sarana prasarana terkait dengan tempat pelelangan ikan modern yang terintegrasi.
Termasuk fasilitas utilitas umum, seperti area dermaga, taman, galeri, musala, toilet, tempat parkir, kantor, bangunan existing lain, serta gudang es dan tempat pemrosesan.
"Proses pematangan lahan sudah dilakukan. Perwakilan dari KKP juga telah melakukan survei lapangan," jelasnya Senin (9/6).
Lebih lanjut diterangkan, pihaknya akan mempertandingkan konsep yang ada dengan setidaknya 450 kabupaten kota lain.
Sebab instruksi dari kementerian tahap awal pengadaan, baru akan diproyeksikan Kalamu di 100 titik.
Diketahui, program tersebut bertujuan untuk mendorong kampung pesisir agar lebih produktif, terintegrasi, dan memiliki daya saing.
Di satu sisi agar merekonstruksi wajah pesisir dan kampung budidaya.
"Di Jepara ini lahan dan embrionya sudah ada. Ini menjadi salah satu ikhtiar untuk meningkatkan ekonomi nelayan. Kalau ada dermaganya nelayan akan parkir di situ," singkatnya.
Dengan berbagai fasilitas yang ada, diharapkan para nelayan baik lokal bahkan berasal dari daerah sekitar dapat menjual hasil melautnya di TPI tersebut. Diusahakan tidak lewat bakul.
"Harga jauh lebih baik, stabil. Ini akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terjadi multiplier effects," jelasnya.
Apabila Kabupaten Jepara menjadi kabupaten yang turut terpilih dalam pengadaan Kalamu, penataan terkait dengan fasilitas para nelayan akan lebih tertata.
"Untuk itu bagi para nelayan yang belum masuk TPI dapat segera masuk, melelangkan ikannya. Menurut perhitungan kami, nelayan bisa meningkatkan pendapatannya," jelasnya.
Kendati saat ini tak sedikit nelayan yang mengaku terkendala mengenai kondisi dermaga namun ke depan hal tersebut dapat teratasi ketika sudah ada pengerjaan teknis-fisik.
"Kalau sudah lengkap (fasilitas), nelayan bisa lelang di TPI. Ini tentu juga akan meningkatkan PAD," ringkasnya menutup pembahasan. (Fikri Thoharudin)
Editor : Ali Mustofa