JEPARA - Masyarakat Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji menggelar Festival Jondang kemarin. Itu merupakan puncak rangkaian sedekah bumi di sana.
Ada puluhan jondang yang dipanggul keliling desa. Di dalam jondang tersebut, diisi dan dihias dengan beragam hal. Antaranya aneka ragam hasil pertanian serta perkebunan.
Arak-arakan festival jondang itu sebagai wujud syukur dan bentuk gotong royong antar masyarakat.
Prosesi arak-arakan tersebut dimulai dari komplek Balai Desa Kawak dan berakhir di Masjid Wali Desa Kawak.
Jaraknya Lebih dari 1 kilometer. Warga antusias menyaksikan prosesi arak-arakan jondang tersebut.
Mereka menyaksikannya dari pinggir jalan yang dilalui rombongan arak-arakan.
Puluhan jondang yang diarak itu dibawa oleh masing-masing perwakilan RT di Desa Kawak.
Jondang sendiri merupakan sebuah benda berbentuk persegi panjang. Panjangnya sekitar semeter dan lebar 40 hingga 50 sentimeter. Benda tersebut memiliki empat buah kaki.
Masing- masing ujungnya berlubang di atasnya agar bisa dimasuki kayu sebagai pikulan.
Satu jondang biasa dipikul dua orang. Sementara bagian tengahnya kosong. Di situlah beragam barang diletakkan.
Zaman dahulu jondang sering dijadikan alat penyimpanan barang atau makanan. Juga dahulu jondang sering dibawa saat pria mempersunting gadis. Namun saat ini keberadaannya mulai ditinggalkan.
Sebab itu, pihaknya mengupayakan agar melestarikan benda tersebut dalam rangkaian Festival Jondang yang rutin digelar setahun sekali. Juga untuk memupuk kerukunan antar warga desa.
”Dengan kegiatan Festival Jondang ini, kami bertujuan untuk menguri-uri budaya lokal kami yang ada di Desa Kawak,” ungkap Eko Heri Purwanto, Petinggi atau Kepala Desa Kawak kemarin.
Menurutnya, dalam Festival Jondang, tema yang diusung tiap tahunnya selalu berganti.
Bila dalam 2 tahun lalu temanya adalah UMKM dan ketahanan pangan, maka tema yang ditampilkan kali ini adalah kekayaan budaya daerah.
”Tujuan tema-tema tersebut untuk memperat inovasi dari tingkat RT. Karena RT lah pondasi kemajuan desa,” tandas Eko. (Moh. Nur Syahri Muharrom)
Editor : Mahendra Aditya